Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Begini Jurus Kemenperin Hadapi Tantangan Pengembangan Industri Halal!

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 20:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Kemenperin melalui Pusat Industri Halal berkomitmen penuh untuk terus menjalankan program-program yang mampu mendukung pengembangan industri halal nasional, seperti penyusunan kebijakan teknis produk halal, pembentukan dan penguatan infrastruktur industri halal, pengembangan SDM industri halal, fasilitasi sertifikasi halal, peningkatan promosi dan kerja sama industri halal, serta pengawasan dan pengendalian industri halal.

Saat ini, Kemenperin telah memiliki 22 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), delapan di antaranya merupakan LPH utama dengan cakupan pemeriksaan nasional dan internasional. "Selain itu, Kemenperin juga memiliki tiga Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), tiga Lembaga Pelaksana Pelatihan Halal, dan dua Lembaga Sertifikasi Profesi untuk SDM industri halal yang tersebar di seluruh Indonesia," sebut Agus.

Kemenperin juga secara berkelanjutan meningkatkan jumlah fasilitasi proses sertifikasi halal kepada pelaku usaha, khususnya industri kecil. Salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir adalah penguatan ekosistem industri halal nasional melalui penyelenggaraan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA). 

IHYA bukan hanya ajang penghargaan, tetapi juga sarana penting untuk meningkatkan diplomasi dan kolaborasi industri halal Indonesia di tingkat dunia. "Para pemenang IHYA bahkan dapat berperan sebagai representasi Indonesia dalam jejaring halal global,"jelas Menperin.

Pada tahun 2025, jumlah peserta IHYA meningkat menjadi 1.031 peserta, dari sebelumnya 984 peserta pada 2024. Setelah melewati proses penjurian hingga tahap akhir, diperoleh sebanyak 16 pemenang IHYA 2025. Jumlah tersebut mencerminkan antusiasme dan komitmen pelaku industri yang semakin besar terhadap IHYA. 

Dengan suksesnya penyelenggaraan IHYA 2025 ini, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Juri, Tim Pengarah, dan Panitia Penyelenggara atas partisipasi aktif dan kerjasamanya dalam seluruh proses penyelenggaraan IHYA 2025, tutur Agus.

Di samping IHYA, untuk meningkatkan halal awareness dan akses pasar produk industri halal, sejak tahun 2024 Kemenperin bekerja sama dengan PT Dyandra Promosindo menyelenggarakan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo). Pada tahun ini, Halal Indo berhasil menarik minat kalangan internasional, baik sebagai peserta pameran maupun calon pembeli, dengan dihadiri lebih dari 10 negara, antara lain Malaysia, Thailand, Turki, Kirgistan, Tiongkok, Ghana, Filipina, Libya, Selandia Baru, Singapura, dan Amerika Serikat.

Selain itu, Halal Indo 2025 juga telah terhubung dengan jaringan expo halal internasional, termasuk Mega Halal Bangkok, MIHAS di Malaysia, New Zealand Halal Show, hingga Halal Expo di Istanbul. "Konektivitas ini semakin memperkuat peran Indonesia dalam jejaring industri halal global," ungkap Menperin.

Dalam rangkaian pembukaan Halal Indo 2025, Menperin menyaksikan dua penandatanganan kerja sama. Pertama, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan Ekosistem Rantai NIlai Halal di Indonesia.

 Kedua, penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Kawasan Industri Halal untuk memperkuat ekosistem industri halal antara Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) dengan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.