Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Bongkar 25 Tahun Swasta Gagal Kelola Air, PAM Jaya Buktikan Bisa Lebih Cepat

📅 Minggu, 21 Sep 2025, 14:00 WIB | Oleh:
DPRD Bongkar 25 Tahun Swasta Gagal Kelola Air, PAM Jaya Buktikan Bisa Lebih Cepat Doc: Pemprov DKI Jakarta

JAKARTA — Wakil Ketua DPRD Jakarta Basri Baco menilai langkah pemerintah mengambil alih pengelolaan air dari pihak swasta ke PAM Jaya merupakan keputusan tepat. Menurutnya, hampir 25 tahun layanan air dikelola oleh Palyja dan Aetra, namun hasilnya tidak berkembang maksimal.

“PAM hari ini adalah hasil kebijakan, hasil keputusan bersama antara eksekutif dengan legislatif. (Selama) 25 tahun Palyja dan Aetra ternyata tidak membuat PAM Jaya lebih baik,” kata Basri Baco.

Baco menyebutkan, dalam dua tahun terakhir kinerja PAM Jaya menunjukkan kemajuan signifikan dengan capaian layanan 74,24 persen. Ia mendorong agar PAM Jaya terus dikelola secara profesional sehingga tidak menjadi beban pemerintah daerah.

“Hasil pantauan dua tahun ini memang PAM Jaya berjalan lebih cepat dari BUMD lain,” ujarnya.

Lebih jauh, Baco menekankan pentingnya perubahan pola pikir BUMD. Menurutnya, perusahaan daerah tidak cukup hanya berperan sebagai penyedia layanan publik, tetapi juga harus profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD).

“BUMD tidak boleh jadi beban Pemda. Justru sebaliknya, harus memberikan kontribusi terhadap PAD kita,” tegasnya. Ia menambahkan, profesionalisme adalah kunci peningkatan layanan. “Maka kalau profesional pelayanannya jadi maksimal. Mustahil bisa melayani rakyat Jakarta kalau jalannya BUMD itu tidak profesional,” katanya.

Meski begitu, Baco mengingatkan perlunya perhatian terhadap aspek keadilan. Ia menyoroti kondisi warga miskin yang justru membayar lebih mahal dibandingkan masyarakat mampu untuk mendapatkan air bersih.

“Ini bisa dibilang kegagalan kita, faktor keadilan belum tercapai,” ujarnya. Untuk itu, ia meminta Direktur Utama PAM Jaya lebih fokus pada penyediaan jaringan air di wilayah kumuh dan bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Masih banyak warga yang harus berjuang luar biasa untuk mendapatkan air bersih layak pakai. Itu yang perlu jadi prioritas,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, memaparkan capaian sejak pengambilalihan pengelolaan air dari swasta pada Februari 2023. Ia menyebut, PAM Jaya berhasil menambah 124 ribu sambungan rumah hanya dalam tiga tahun.

“Hanya dalam waktu tiga tahun, padahal sebelumnya selama 25 tahun hanya tercapai 200 ribu sambungan,” kata Arief.

Ia juga menargetkan pembangunan empat instalasi pengolahan air (IPA) baru di Condet, Muara Karang, Semanan, dan Kanal Banjir Barat 2. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat tercapainya target 100 persen layanan air bersih pada 2029.

“Keterlambatan proyek Karian harus diantisipasi agar distribusi air ke wilayah Barat Jakarta tidak tertinggal,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.