PAM Jaya Beri Toren Gratis untuk Warga DKI Jakarta
📅 Minggu, 17 Mei 2026, 14:55 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: PAM Jaya
JAKARTA - Di sebuah gang di Pulogebang, suara tutup toren dibuka terdengar pelan. Bagi sebagian warga, benda plastik besar di atas rumah itu bukan sekadar tempat penampungan air, melainkan rasa tenang yang selama ini dicari.
Pagi itu, Febri Arianto, 34 tahun, berdiri di halaman rumahnya di RT 12/RW 08 Kelurahan Pulogebang, Jakarta Timur. Di atas rumahnya kini berdiri toren air baru berwarna cerah hadiah dari program bantuan toren gratis PAM Jaya.
Bagi Febri, kehadiran toren tersebut terasa sederhana, tetapi dampaknya nyata. “Alhamdulillah sekarang enak jadi ada cadangan air,” ujar dia sambil tersenyum, Kamis (14/5) lalu.
Febri sudah lebih dari satu dekade menjadi pelanggan air perpipaan PAM Jaya. Selama ini pasokan air di wilayahnya relatif lancar. Namun, ia mengakui cadangan air tetap penting, terutama untuk kebutuhan harian keluarga. Toren itu menjadi simbol kenyamanan baru: "air tersedia, kapan pun dibutuhkan."
Selain dibagikan kepada warga Kelurahan Pulogebang, nantinya toren gratis juga akan dibagikan kepada warga. Mereka yang tersebar di wilayah Pulomas, Gudang Air dan Klender.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program toren gratis ini menjadi bagian dari langkah panjang menyongsong 500 tahun Jakarta pada 22 Juni 2027. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan transformasi menuju kota global yang modern, berbudaya, bersih, dan berkelanjutan, dimulai dari kebutuhan paling mendasar yaitu air bersih.
PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2029. Upaya tersebut tidak hanya berupa pembangunan jaringan pipa, reservoir komunal, hingga instalasi pengolahan air. Tetapi juga memastikan air bisa tersimpan aman di setiap rumah.
Di Pulogebang, komitmen itu hadir dalam bentuk nyata: 357 toren air dibagikan cuma-cuma alias gratis kepada warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Febri, toren tersebut menghadirkan rasa aman yang sulit diukur dengan angka.
“Adanya toren ini sangat membantu kami. Saya terharu, sekarang saya bisa merasa tenang dan aman,” kata dia.
Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya, Arief Nasrudin, menegaskan bahwa akses air bersih bukan hanya soal jaringan perpipaan. Air harus bisa tersimpan dan dimanfaatkan secara optimal di rumah tangga.
“Toren merupakan solusi jangka pendek bagi warga di wilayah dengan tekanan air rendah,” ujar dia.
Toren juga menjadi cadangan penting saat tekanan air menurun pada jam sibuk. Namun, di balik manfaatnya, ada pesan penting: toren harus dirawat.
Arief mengingatkan warga untuk membersihkan toren minimal dua minggu sekali agar kualitas air tetap terjaga. Karena, endapan yang dibiarkan terlalu lama berisiko menimbulkan kotoran hingga jentik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!