Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tayang di Bioskop 4 Juni, Film 'Monster Pabrik Rambut' Ajak Penonton Sikapi Sistem Kerja Kapitalisme

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 13:35 WIB | Oleh:
Tayang di Bioskop 4 Juni, Film 'Monster Pabrik Rambut' Ajak Penonton Sikapi Sistem Kerja Kapitalisme Doc: Palari Films
Ket. Cuplikan perdana (trailer) film "Monster Pabrik Rambut" ("Sleep No More") dirilis di YouTube Palari Films pada Jumat (16/1/2026).

JAKARTA - Sutradara Edwin mengatakan film barunya berjudul "Monster Pabrik Rambut" mengajak publik menyikapi para penganut kapitalisme.

"Saya rasa perlu gitu kita sekali-kali menginvestigasi, mempertanyakan kembali mengenai apakah suku cadangnya perlu diganti, apakah oli-olinya perlu diganti lagi, dibersihkan, bahkan kalau perlu direvolusi atau dibentuk ulang lagi," ujar Edwin saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (1/6).

Edwin membenarkan bahwa sosok monster dalam film "Monster Pabrik Rambut" adalah simbol dari kapitalis yang jahat.

"(Monster) itu bagian dari yang menurut saya adalah satu bentuk yang perlu kita kritisi di sini, semuanya yang andil, mengeksploitasi ataupun dieksploitasi, mereka mengamini itu ya, menormalisasi," kata Edwin.

Edwin mengatakan kondisi kerja saat ini tidak manusiawi karena kejahatan para "monster" dalam kapitalis itu.

Ia mencontohkan dengan pekerja yang dibiasakan lembur atau masih harus membalas pesan dari atasan setelah jam kerja berakhir.

Kebiasaan yang tidak manusiawi tersebut terjadi karena bentuk monster yang harus dikritisi itu sama-sama muncul.

Meskipun film ini bertujuan mengkritik sistem kapitalis, namun Edwin berusaha tetap mengemasnya sebagai tontonan yang menghibur bagi penonton.

Untuk urusan teknis, produksi film itu dibuat realistis dengan pendekatan seakurat mungkin agar aktor benar-benar bisa merasakan tekanan murni yang dirasakan para karakter di dalam film.

Edwin dan tim sepakat meminimalisasi penggunaan Computer-Generated Imagery (CGI) yang kompleks.

​"Karena buat kami film itu sensory, memang bisa dipegang, bisa dilihat, bisa didengar, bahkan ada baunya," ungkap Edwin menjelaskan kenapa ia lebih memilih metode syuting dengan efek praktikal.

Sutradara Edwin mengungkapkan bahwa sekitar 80 hingga 90 persen elemen visual itu dibuat fisik sesuai dengan kebutuhan adegan.

Penggunaan properti seperti miniatur, darah buatan, sampai detail rambut monster itu membuat respons emosional para aktor menjadi lebih jujur saat berakting.

Hal itu diakui oleh produser eksekutif Iqbaal Ramadhan, yang juga terlibat sebagai pemeran karakter bernama Bona dalam film "Monster Pabrik Rambut".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Karantina Ketapang Gagalkan...
Daerah
Pemerintah Kota Medan Minta...
Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026

18 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.