Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom: Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5 Jadi Jurus Sakti Serap Pekerja dari Pabrik hingga Desa

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis

“Namun, outlook defisit diperkirakan tetap di bawah 3 persen PDB (Produk Domestik Bruto), sehingga risiko makro relatif terkendali,” ujar Asmo.

Pemerintah telah meluncurkan paket stimulus ekonomi 8+4+5, sebagai upaya untuk mendorong perekonomian nasional pada tahun 2025 dan 2026.

Pada sisa 2025, ada delapan program utama dengan total anggaran Rp16,23 triliun. di antaranya, program magang lulusan baru yang menargetkan 20.000 lulusan sarjana baru (fresh graduates) dengan uang saku Rp3,3 juta per bulan selama enam bulan.

Lalu, perluasan PPh 21 DTP bagi 552.000 pekerja sektor pariwisata, dan bantuan pangan bagi 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Kemudian, diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) untuk 731.000 pekerja transportasi online, dan program padat karya tunai bagi 609.000 orang selama September-Desember 2025.

Selanjutnya, mempercepat deregulasi PP 28/2025 untuk perizinan berusaha berbasis risiko (OSS) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) digital di 50 daerah, serta menggarap program perumahan Badan Penyelenggara Jaminan Soisial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) dengan relaksasi bunga Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA).

Untuk DKI Jakarta, terdapat pilot project perkotaan senilai Rp2,7 triliun yang fokus pada peningkatan kualitas pemukiman dan dukungan ekonomi

Empat program berlanjut ke tahun 2026, di antaranya perpanjangan pajak penghasilan (PPh) final UMKM 0,5 persen hingga 2029, insentif PPh 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata dan padat karya, serta perluasan diskon iuran BPJS untuk 9,96 juta pekerja informal seperti petani dan nelayan.

Lebih lanjut, pemerintah juga merilis lima paket kebijakan khusus penyerapan tenaga kerja, diantaranya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan target serapan 1,38 juta pekerja pada 2025.

Lalu, Kampung Nelayan Merah Putih dengan potensi 200.000 pekerjaan, revitalisasi tambak pantura (168.000 pekerja), modernisasi kapal nelayan (200.000 pekerjaan), serta replanting (penenaman kembali) 870 ribu hektare perkebunan.

Selain penciptaan kerja, stimulus diarahkan pada transformasi struktural di sektor perumahan, pangan, perikanan, dan perkebunan.

Pemerintah menyiapkan plafon kredit perumahan senilai Rp117 triliun untuk 320.000 rumah, modernisasi 1.000 kapal perikanan senilai Rp48 triliun, serta pembangunan tambak udang terintegrasi 1.361 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Hingga Juli PT KAI Berhasil...
Otomotif
Penjualan Mobil Listrik Kor...
Daerah
Data Terbaru: Wisman China ...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.