Libur Lebaran, Atraksi Budaya di Pariaman Jadi Daya Tarik
📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 08:15 WIB | Oleh: Tim PenulisPADANG – Menampilkan kesenian dan atraksi budaya tradisional itu rasanya seperti membuka kembali lembar cerita lama yang penuh warna.
Dari alunan musik, gerak tari, sampai kostum yang dikenakan, semuanya punya cerita yang bikin penonton ikut larut dalam suasana.
Bukan sekadar tontonan, setiap penampilan jadi cara sederhana untuk mengenalkan sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah zaman yang terus berubah.
Apalagi saat dipentaskan di ruang terbuka atau momen perayaan, suasananya terasa lebih hangat dan dekat dengan masyarakat.
Di balik panggung, ada semangat untuk terus merawat tradisi—supaya tetap dikenal, dinikmati, dan tidak hilang begitu saja ditelan waktu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, menampilkan kesenian dan atraksi budaya tradisional dalam pelaksanaan kegiatan wisata Piaman Barayo 2026 guna mempromosikan kesenian dan kebudayaan khususnya Minangkabau yang berkembang di daerah itu.
"Banyak kesenian yang kami tampilkan di Pentas Seni Gandoriah selama pelaksanaan Piaman Barayo," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi Syarief di Pariaman, Rabu (25/3).
Ia mengatakan kesenian tersebut ditampilkan oleh komunitas, sanggar seni, dan pelajar yang ada di Pariaman guna menghibur wisatawan yang mengunjungi Pantai Gandoriah selama pelaksanaan Piaman Barayo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal tersebut, lanjutnya, tidak saja sebagai ajang menyalurkan hasil latihan yang dijalankan serta mengasah bakat para pelaku seni lintas usia di Pariaman namun juga untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah itu kepada wisatawan.
Ia menyebutkan sejumlah kesenian yang ditampilkan yaitu mulai dari nyanyi solo dan duet, grup band, hingga penampilan tari salah satunya tari piring, atraksi menginjak dan bermain beling, serta mengembuskan api.
"Atraksi tersebut merupakan bagian dari penampilan tari piring," katanya.
Penampilan tersebut, kata dia, dapat menarik perhatian wisatawan yang berkunjung karena hal itu jarang disaksikan secara langsung. Menurutnya hal tersebut tidak saja dapat menghibur pengunjung namun juga meninggalkan kesan positif ketika berwisata ke Pariaman.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 44.193 wisatawan mengunjungi empat objek wisata berbayar yang dikelola oleh pemerintah daerah setempat selama empat hari pelaksanaan Piaman Barayo 2026 yang dimulai dari 22 Maret dan akan terus dilaksanakan hingga 29 Maret.
"Itu baru data kunjungan di destinasi wisata berbayar, sedangkan yang nonberbayar datanya belum," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi Syarief di Pariaman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!