Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Alasan Berikut Bisa Membuat Indonesia dan Australia Bisa Gontok-gontokan

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 19:52 WIB | Oleh:
Alasan Berikut Bisa Membuat Indonesia dan Australia Bisa Gontok-gontokan Doc: ist
Ket. laras panjang

JAKARTA -  Australia sebagai negara tetangga mesti berhati-hati dan mengawasi warganya dengan ketat, terutama yang menjual senjata untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di tanah Papua. Sebab santer terdengar KKB dipasok senjata dari Australia. Masalah sepele ini kalau tidak diselesaikan bisa membuat Indonesia dan Australia gontok-gontokan.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat ini tengah menelusuri informasi adanya penyelundupan senjata yang dilakukan warga negara Australia untuk dipasok ke KKB. "Nanti kita coba, apakah itu masuknya dari laut, udara, atau darat. Ya kita evaluasi terus," kata Maruli. Dia mengatakan ini setelah mengikuti rapat tertutup dengan Komisi I DPR, Jakarta Pusat, Selasa.

Maruli sendiri mengaku terkendala dalam mengawasi jalur masuk senjata ilegal ke Indonesia karena wilayahnya laut dan udara Indonesia sangat luas. Walau demikian, dia memastikan akan berupaya mencari tahu kebenaran informasi pasokan senjata tersebut.Untuk diketahui, beredar informasi dua warga negara Australia ditangkap karena kedapatan memasok senjata untuk KKB.

Informasi itu sempat diunggah salah satu media sosial khusus informasi bidang pertahanan yakni akun instagram @isds.indonesia. Akun tersebut mengunggah foto bertuliskan "Dua Pria Australia didakwa Pasok Senjata ke KKB" Senin (15/9). Dalam keterangan foto tersebut, dijelaskan bahwa kedua pria yang berasal dari Queensland dan New South Wales ini berkonspirasi memasok senjata ke KKB Papua Barat, tepatnya kepada kelompok yang sebelumnya sempat menyandera pilot asal Selandia Baru, Phillip Mehrtens.

Anti-imigran

Sementara itu, saat ini Australia tengah menghadapi tuntutan penghentian imigrasi massal. Gelombang protes anti-imigrasi juga menyentuh Melbourne dan Sydney, Australia beberapa waktu lalu. Ini aksi yang menular dari London, Inggris yang juga menolak imigrasi.

Gerakan anti-imigrasi dipimpin oleh kelompok partai, kelompok sayap kanan ekstrem Australia, memimpin aksi yang menuntut penghentian apa yang mereka sebut imigrasi massal. Sekitar 5.000 orang beraksi di Melbourne. Mereka membawa membawa bendera Australia dalam aksi yang mereka beri nama unjuk rasa anti-imigran “March for Australia”.

Anggota jaringan neo-Nazi bernama National Socialist Network turut berpidato dalam beberapa aksi, menggunakan slogan seperti Hail White Australia atau Hidup Australia Putih. “Migrasi massal telah merusak ikatan yang menyatukan komunitas kita,” kata kelompok tersebut melalui webnya.

Sehari sebelum demo, kelompok itu juga menulis di platform X bahwa unjuk rasa itu bertujuan untuk melakukan apa yang tidak pernah berani dilakukan oleh para politisi arus utama: menuntut diakhirinya imigrasi massal. Menanggapi tuntutan demo, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan keberpihakannya kepada para pendatang dengan mengatakan bahwa imigrasi telah membawa “banyak manfaat” bagi negara itu.

“Selalu ada sekelompok orang yang menggunakan isu imigrasi sebagai platform politik. Tapi migrasi, tentu saja, telah membawa banyak manfaat bagi negara kita,” kata Albanese.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

48 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.