Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Doc: afp
Ket. Neraca Perdagangan - Pemerintah Perlu Dorong Diversifikasi Ekspor

JAKARTA – Keberhasilan hilirisasi nikel telah menjadi motor pertumbuhan ekspor industri pengolahan dan meningkatkan nilai tambah komoditas mineral. Namun, ketergantungan yang besar pada satu sektor juga meningkatkan risiko terhadap fluktuasi harga dan permintaan global.

Karenanya, penguatan daya saing sektor pertanian dan perikanan melalui hilirisasi, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses pasar menjadi penting untuk menciptakan struktur ekspor yang lebih terdiversifikasi, tangguh, dan berkelanjutan.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet meyatakan hilirisasi nikel telah menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan nilai tambah ekspor nasional. “Namun, ketergantungan pada satu komoditas juga menciptakan risiko konsentrasi," kata Yusuf di Jakarta, Senin (3/8).

Menurut dia, apabila harga nikel di pasar global melemah atau permintaan dunia menurun, kinerja ekspor Indonesia berpotensi ikut tertekan. Karena itu, dirinya menilai pemerintah perlu memperkuat sektor lain yang memiliki potensi ekspor, khususnya pertanian, perikanan dan kehutanan.

Penguatan sektor-sektor tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada industri berbasis mineral, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Oleh karena itu, penguatan sektor primer seperti pertanian, perikanan dan kehutanan tetap penting agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.

Kinerja Pertambangan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor nonmigas sektor industri pengolahan pada Januari–Juni 2026 meningkat 7,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didorong oleh peningkatan ekspor nikel.

Nilai ekspor komoditas nikel dan barang daripadanya tercatat naik 62,27 persen atau sebesar 2,51 miliar dolar AS, menjadi kenaikan tertinggi di antara 10 komoditas ekspor nonmigas utama. Di sisi lain, ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 22,55 persen dibandingkan semester I 2025 akibat menurunnya ekspor kopi.

Sementara itu, ekspor produk pertambangan dan lainnya turun 5,12 persen yang dipengaruhi antara lain oleh penurunan ekspor bijih tembaga. Dominasi industri pengolahan juga terlihat dari struktur ekspor Indonesia pada Januari–Juni 2026.

BPS mencatat sektor industri pengolahan menyumbang 82,02 persen terhadap total ekspor, diikuti sektor pertambangan dan lainnya sebesar 11,71 persen, migas 4,43 persen, serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 1,84 persen. Pelemahan ekspor sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan pertambangan mentah menunjukkan struktur ekspor Indonesia belum cukup terdiversifikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.