Efisiensi Rp3 Triliun, Badan Gizi Nasional Setop Makan Bergizi Gratis di Hari Libur
📅 Jumat, 19 Jun 2026, 17:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode hari libur melalui penerbitan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat tata kelola program secara nasional.
Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan penyesuaian operasional dilakukan untuk memastikan pemanfaatan sumber daya berjalan lebih efektif. Selain itu, langkah tersebut juga ditujukan untuk mendukung standardisasi pelaksanaan Program MBG di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Surat edaran ini diterbitkan dalam rangka optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan standardisasi Program MBG pada SPPG,” kata Arum dalam konferensi pers, Kamis (18/6).
Dalam aturan tersebut, BGN menetapkan bahwa pelayanan Program Makan Bergizi Gratis tidak dilaksanakan selama periode hari libur. Kebijakan ini berlaku bagi peserta didik maupun kelompok nonpeserta didik yang masuk kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Penghentian sementara layanan mencakup masa libur sekolah, hari libur nasional, hari besar keagamaan, hari libur khusus yang ditetapkan pemerintah daerah, serta setiap hari Sabtu dan Minggu. Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari strategi efisiensi operasional yang diterapkan selama periode tertentu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski distribusi makanan bergizi dihentikan sementara, BGN memastikan keamanan dan kesiapan operasional seluruh SPPG tetap terjaga. Petugas keamanan akan tetap menjalankan tugas secara bergiliran selama 24 jam untuk menjaga aset dan fasilitas yang dimiliki setiap satuan pelayanan.
Arum menjelaskan bahwa selama periode penghentian operasional, insentif bagi SPPG juga tidak akan diberikan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah yang berkontribusi terhadap penghematan anggaran program dalam jumlah signifikan.
"Dalam surat edaran ini ditegaskan bahwa dengan tidak dilaksanakannya distribusi MBG, seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan menerima insentif. Dan kalau kita melihat angka jumlah SPPG yang telah beroperasi 27.820, dikaitkan dengan insentif per hari itu selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar 3 triliun rupiah," tegas Arum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut BGN, efisiensi tersebut dilakukan tanpa mengurangi komitmen pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini justru diharapkan dapat memperkuat pengelolaan program sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
BGN memastikan seluruh satuan pelayanan akan tetap dipersiapkan untuk kembali beroperasi setelah masa libur berakhir. Dengan penataan operasional yang dilakukan, pemerintah berharap kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!