Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Klub Inggris Dominasi Liga Champions

📅 Senin, 15 Sep 2025, 07:57 WIB | Oleh:
Klub Inggris Dominasi Liga Champions Doc: ANDY BUCHANAN / AFP
Ket. Striker Liverpool, Rio Ngumoha (tengah), merayakan gol bersama rekan satu tim di pertandingan Liga Primer Inggris antara Newcastle United lawan Liverpool di St James’ Park, Newcastle-upon-Tyne, Inggris.

PARIS - Paris Saint-Germain (PSG) kembali menginjakkan kaki di panggung utama Eropa dengan status juara bertahan. Liga Champions musim sekarang resmi dimulai pekan ini. Les Parisiens menatap musim baru yang kembali menjanjikan perjalanan panjang serta penuh rintangan, apalagi dengan klub-klub Inggris yang siap menancapkan dominasi.

Musim lalu PSG mengakhiri lebih dari satu dekade kegagalan di level kontinental. Trofi didapat setelah mereka mengalahkan Inter Milan di final bulan Mei. Itu menjadi pertandingan ke-17 dalam rangkaian perjalanan mereka di Eropa. Itu bagian dari musim maraton yang berlangsung selama 11 bulan dan total 65 laga, sebelum ditutup dengan kekalahan dari Chelsea di final Piala Dunia Antarklub.

Kini, tim asuhan Luis Enrique kembali berburu mimpi besar: mempertahankan trofi Liga Champions. Sebuah pencapaian langka dalam sejarah kompetisi, yang juga diiringi kekhawatiran akan beratnya jadwal. Persiapan pun berjalan singkat. PSG bahkan sudah kehilangan dua pemain penting: Ousmane Dembele, kandidat kuat Ballon d’Or, serta bintang muda Desire Doue. Keduanya absen di laga perdana fase liga melawan Atalanta, Rabu (17/9) dini hari WIB.

Musim lalu membuktikan bahwa format baru Liga Champions memberi ruang toleransi. Dengan 36 peserta di fase liga, 24 teratas berhak melangkah ke fase gugur. Tiga kekalahan dalam delapan pertandingan tak lantas menggagalkan peluang, tetapi untuk finis di delapan besar dan langsung ke 16 besar, tantangannya jauh lebih sulit.

“Mendapatkan lima kemenangan dan satu hasil imbang agar finis di delapan besar bukan perkara mudah. Namun tujuan kami jelas, mencoba menjuarai Liga Champions lagi,” ujar Luis Enrique. PSG memang memulai lambat musim lalu, sebelum bangkit dan menyingkirkan Liverpool, juara fase liga, di babak 16 besar. Barcelona, Arsenal, dan Inter kemudian menyusul ke semifinal setelah sama-sama finis di empat besar klasemen fase liga.

Dominasi Inggris

Kekuatan terbesar musim ini datang dari Inggris. Enam klub Liga Inggris akan tampil di fase liga, jumlah yang setara seperenam dari seluruh peserta. Dominasi finansial membuat klub-klub Inggris sukar ditandingi. Aturan UEFA yang melarang tim dari negara sama saling berhadapan di fase liga membuat hampir semua peserta lain dipastikan bertemu satu atau dua wakil Liga Inggris. Hanya Juventus dan Sporting Lisbon yang terhindar.

Dari 36 peserta, 22 berasal dari lima liga besar Eropa: Inggris, Spanyol, Jerman, Italia, dan Prancis. Hanya 16 negara yang terwakili dari total 55 anggota UEFA. Kemenangan PSG musim lalu bahkan menjadi yang pertama sejak 2004 bagi klub di luar Inggris, Spanyol, Jerman, dan Italia. Kans musim ini pun diyakini kembali terkonsentrasi pada kelompok elite tersebut.

UEFA sendiri membela format baru ini. “Kami yakin format ini akan menjadi kesuksesan besar, melampaui apa yang pernah dicapai sebelumnya. Format ini akan bertahan lama,” ujar Giorgio Marchetti, Wakil Sekjen UEFA. Namun, berkurangnya risiko bagi klub besar membuat banyak laga besar berpotensi kehilangan nilai.

Duel-duel kelas berat langsung tersaji pekan pertama: Liverpool vs Atletico Madrid, Bayern Munich vs Chelsea, Manchester City vs Napoli yang kini diperkuat Kevin De Bruyne, serta Newcastle United melawan Barcelona. “Selalu spesial menghadapi tim-tim terbaik,” ucap kiper Bayern, Manuel Neuer. Tetapi dengan total 144 laga fase liga hanya untuk menyingkirkan 12 klub, pertanyaan besar muncul: seberapa signifikan setiap duel akbar.

Di luar tim raksasa, beberapa tim kuda hitam memberi warna tersendiri. Kairat Almaty menjadi tim kedua asal Kazakhstan yang lolos ke fase utama dan langsung kebagian menjamu Real Madrid. Dari lingkaran Arktik, Bodo-Glimt hadir sebagai wakil Norwegia pertama di Liga Champions setelah 18 tahun. Juara Siprus, Pafos, juga meramaikan. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perkembangan Investasi Pusat Data di Batam

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Perkembangan Investasi Pusa...
Luar Negeri
Xi: Tiongkok Dukung Myanmar...
Luar Negeri
Negara G7 Desak Russia Akhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.