Industri Perhotelan Indonesia Mulai Bangkit, Wisatawan Mancanegara Jadi Motor Utama
📅 Senin, 22 Jun 2026, 19:53 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Industri perhotelan Indonesia diperkirakan kembali mencatatkan pertumbuhan pada September 2026 setelah mengalami perlambatan pemesanan sepanjang periode pertengahan tahun. Proyeksi tersebut berdasarkan laporan terbaru SiteMinder, platform teknologi global untuk industri perhotelan, yang menunjukkan adanya peningkatan permintaan terutama dari wisatawan internasional.
Dalam laporan SiteMinder’s Hotel Booking Trends, pemesanan hotel di Indonesia pada September diprediksi tumbuh 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren positif ini menjadi tanda pemulihan setelah industri perhotelan menghadapi penurunan berturut-turut pada Juni, Juli, dan Agustus.
Berdasarkan data SiteMinder, pemesanan hotel tercatat turun masing-masing sebesar 4,5 persen pada Juni, 4,6 persen pada Juli, dan 5,8 persen pada Agustus. Secara keseluruhan, permintaan hotel selama pertengahan tahun mengalami penurunan sekitar 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menunjukkan pelemahan mendasar pada sektor pariwisata nasional. SiteMinder mencatat bahwa permintaan dari wisatawan mancanegara tetap menjadi penopang utama bagi industri hotel Indonesia, terutama pada periode musim ramai kunjungan.
Pada periode Juni hingga September, wisatawan internasional mendominasi pemesanan kamar hotel di Indonesia. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh momentum liburan musim panas di negara-negara belahan bumi utara serta periode liburan musim dingin di Australia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun ini, wisatawan asing menyumbang 94,1 persen dari total pemesanan hotel di Indonesia, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 93,3 persen. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan proporsi wisatawan internasional tertinggi ketiga di kawasan, setelah Singapura dengan 97 persen dan Thailand sebesar 96,6 persen.
Selain peningkatan jumlah wisatawan asing, industri hotel juga mengalami kenaikan nilai transaksi. Rata-rata wisatawan membayar tarif kamar sebesar 226 dolar AS per malam, meningkat 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tarif tertinggi tercatat pada Juli dengan rata-rata mencapai 241 dolar AS per malam.
Tidak hanya dari sisi harga kamar, pola perjalanan wisatawan juga menunjukkan perubahan positif. Rata-rata lama menginap tamu hotel mencapai 3,1 malam, naik 3 persen dibandingkan tahun lalu. Durasi tersebut menjadi salah satu yang terpanjang di kawasan Asia dan sejajar dengan Thailand.
Sebaiknya Anda baca juga:
Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan perlambatan pada pertengahan tahun tidak dapat menjadi satu-satunya indikator kondisi industri perhotelan secara keseluruhan.
“Di balik perlambatan tersebut, kami melihat permintaan dari wisatawan internasional tetap kuat, serta harga kamar dan lama menginap juga terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengurangi aktivitas bepergian, melainkan menjadi lebih selektif dalam menentukan destinasi dan waktu perjalanan mereka,” ujar Fifin melalui keterangannya pada hari Senin (22/6).
Menurut dia, periode pertengahan tahun masih memberikan peluang besar bagi pelaku industri hotel di Indonesia. Hotel perlu memahami perubahan perilaku wisatawan dan membaca sumber permintaan pasar agar dapat menyusun strategi bisnis yang lebih tepat.
Fifin menambahkan, perkembangan teknologi menjadi faktor penting dalam membantu hotel beradaptasi dengan perubahan pasar. Dengan dukungan teknologi, pengelola hotel dapat memperoleh informasi secara cepat mengenai tren permintaan serta menyesuaikan strategi penjualan dan distribusi kamar.
“Teknologi kini menjadi kebutuhan penting bagi industri perhotelan. Dengan teknologi yang tepat, hotel dapat memperoleh informasi pasar secara real time dan menyesuaikan strategi penjualan maupun distribusi kamar dengan lebih cepat ketika tren permintaan berubah,” katanya.
Dengan meningkatnya kontribusi wisatawan internasional, tarif kamar yang lebih baik, serta durasi menginap yang semakin panjang, industri perhotelan Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjaga momentum pemulihan hingga akhir tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!