Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar Hidup Sehat dari Orangutan

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 07:51 WIB | Oleh:

Cara tersebut untuk tetap dapat memperoleh lebih banyak protein dan lebih sedikit karbohidrat manis. Saat buah tersedia dalam jumlah banyak pada musimnya, orangutan tetap mengonsumsi protein tetapi mendapatkan sebagian besar energinya dari karbohidrat dan lemak dalam buah.

“Kami ingin mengetahui bagaimana tubuh mereka menangani perubahan ini,” kata Vogel.  

“Kami menguji bagaimana ketersediaan buah memengaruhi pola makan mereka dan bagaimana tubuh mereka beradaptasi untuk menghindari ketidakseimbangan energi. Kami mengamati bagaimana mereka beralih di antara berbagai jenis bahan bakar seperti lemak dan protein ketika ketersediaan makanan yang disukai berubah,” jelasnya.

Untuk melakukan penelitian ini, Vogel, rekan peneliti, mahasiswa, dan staf yang sebagian besar terdiri dari teknisi lapangan asli Pulau Kalimantan. Mereka mengumpulkan data selama lebih dari satu dekade tentang apa yang dimakan orangutan setiap hari.

Mereka juga menganalisis urin urangutan untuk melihat bagaimana tubuh mereka merespons perubahan nutrisi. Hal ini mengharuskan mereka untuk tetap berada di dekat kera di hutan khatulistiwa yang lembap, dari fajar hingga malam.

Vogel menuturkan dari penelitian tersebut para ilmuwan menghasilkan sejumlah temuan kunci sebagai berikut:

Orangutan menghindari obesitas sebagai bagian dari respons terhadap fluktuasi signifikan  baik dalam skala maupun durasi  ketersediaan buah di habitat alami mereka. Tidak seperti manusia di budaya Barat, yang memiliki akses konstan ke makanan berkalori tinggi, orangutan mengalami periode kelimpahan sekaligus kekurangan.

Periode kekurangan dan asupan kalori rendah yang diakibatkannya, serupa dengan puasa intermiten pada manusia. Hal ini menurut peneliti membantu menjaga kesehatan mereka dengan mengurangi stres oksidatif.

Stres oksidatif adalah keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak.

Selama periode kekurangan buah, orangutan menunjukkan fleksibilitas metabolisme, beralih menggunakan lemak tubuh dan protein otot yang tersimpan untuk energi. Hal ini memungkinkan mereka bertahan hidup saat makanan langka.

Sementar iatu selama periode kekurangan buah, orangutan menunjukkan kemampuan adaptasi perilaku, mengandalkan aktivitas fisik yang berkurang serta energi dan otot yang tersimpan untuk menghemat energi. Mereka lebih banyak beristirahat, tidur lebih awal, lebih jarang bepergian, dan menghabiskan lebih sedikit waktu dengan orangutan lain. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Anak Berkarunia Khusus Mendapat Tempat di Jakarta

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Anak Berkarunia Khusus Mend...
Megapolitan
Pemprov Terus Memperbaiki S...
Luar Negeri
Trump dan Zelensky Saling S...
Advertisement
Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.