Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gempa Dangkal M4,7 Guncang Parigi Moutong, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

📅 Kamis, 04 Sep 2025, 09:48 WIB | Oleh:
Gempa Dangkal M4,7 Guncang Parigi Moutong, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami Doc: BMKG
Ket. Peta gempa magnitudo 4,7 dirilis BMKG yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Pukul 09.09 WITA pada Kamis (4/9/2025).

PARIGI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Parigi Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki parameter dengan magnitudo M4.7, episenter gempa terletak pada koordinat 0.85° LS - 120.29° BT atau tepatnya berlokasi di Teluk Tomini, 13 kilometer arah timur Parigi," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Palu Sujabar di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan gempa terjadi sekitar Pukul 09:09 WITA pada Kamis dengan kedalaman 5 kilometer dan sekitar 13 kilometer arah timur ibu kota Kabupaten Parigi Moutong (Parigi).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Gempa dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI di wilayah Toboli Parigi Moutong (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi).

Selain itu guncangan juga dirasakan di Kota Palu dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

"Gempa ini merupakan rangkaian susulan dari gempa magnitudo 4,8 di Parigi pada Rabu (3/9) sekitar Pukul 07.53 WITA," turur Sujabar.

Hingga Pukul 09.40 WITA hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) sebanyak 12 kali dengan kekuatan terbesar magnitudo 4,7.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sebaiknya menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah," ucapnya.

Ia menambahkan, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, diantaranya Instagram/Twitter @infoBMKG, website https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, telegram channel https://t.me/InaTEWS_BMKG atau melalui Mobile Apps IOS dan Android wrs-bmkg atau infobmkg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
KAI: Pelanggan KA Makassar-...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.