Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Mal-Mal di Surabaya Mendadak Dipagari? Mulai Isu Keamanan hingga Efek Domino ke Jakarta

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Mengapa Mal-Mal di Surabaya Mendadak Dipagari? Mulai Isu Keamanan hingga Efek Domino ke Jakarta Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Pemasangan pagar sebenarnya mencerminkan dilema yang dihadapi pengelola pusat perbelanjaan. Di satu sisi mereka memiliki tanggung jawab melindungi pengunjung, karyawan, dan aset apabila terjadi situasi darurat. Namun di sisi lain, langkah pengamanan yang terlalu mencolok justru dapat memunculkan persepsi publik bahwa terdapat ancaman besar

SURABAYA - Fenomena pemasangan pagar besi di sejumlah pusat perbelanjaan Surabaya semakin menyita perhatian publik setelah dilakukan hampir bersamaan di beberapa mal besar, seperti Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall. Kemunculan pagar setinggi sekitar 2,5 hingga 3 meter itu memunculkan berbagai spekulasi di media sosial, mulai dari dugaan antisipasi aksi demonstrasi, penjarahan, hingga kekhawatiran terhadap situasi keamanan menjelang bulan Agustus.

Dari informasi yang dihimpun, pihak pengelola menepis berbagai dugaan tersebut. Manajemen Pakuwon Group menjelaskan bahwa pemasangan pagar dilakukan dengan alasan yang berbeda di setiap mal. Untuk Pakuwon Mall, misalnya, pagar dipasang sebagai bagian dari penataan kawasan menyusul beroperasinya Radial Road demi meningkatkan keselamatan pejalan kaki.

Sementara di Royal Plaza dan Pakuwon City Mall, pagar lama memang diganti karena sudah mengalami keropos. Adapun di Tunjungan Plaza, pagar permanen dipasang untuk memperkuat pengamanan ketika aksi demonstrasi berlangsung di sekitar Gedung Negara Grahadi. Mereka juga menegaskan bahwa langkah tersebut tidak berkaitan dengan isu penjarahan maupun memburuknya kondisi ekonomi, dan memastikan kinerja bisnis ritel perusahaan tetap berjalan positif.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, juga meminta masyarakat tidak berspekulasi berlebihan. Ia menegaskan, "Tujuan utamanya adalah supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung." Menurutnya, pagar di pusat perbelanjaan bukanlah hal baru dan telah diterapkan di sejumlah mal sejak lama sebagai bagian dari pengaturan akses serta keselamatan pengunjung. Ia juga mengakui bahwa pada lokasi tertentu, terutama yang berada di pusat kota atau dekat jalur demonstrasi, pagar dapat berfungsi sebagai lapisan pengamanan tambahan. Namun, ia membantah anggapan bahwa pemasangan pagar merupakan sinyal akan terjadinya kerusuhan.

Fenomena tersebut kemudian merambah Jakarta. Mal Kota Kasablanka yang juga dikelola Pakuwon Group memasang pagar besi dengan karakteristik serupa, sehingga memunculkan kembali berbagai spekulasi publik mengenai adanya pemasangan pagar secara serentak di sejumlah kota besar.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung justru meminta agar pengelola pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran tidak berlebihan dalam menyikapi situasi. Ia meminta pagar-pagar tersebut dibongkar karena dinilai dapat mengubah wajah ruang publik Jakarta yang selama ini terbuka. Pramono menilai pemasangan pagar tinggi merupakan bentuk kekhawatiran yang berlebihan. Karena itu, ia meminta pengelola mal untuk segera mencabut pagar yang telah dipasang dan menegaskan bahwa kondisi keamanan di Jakarta tetap kondusif.

Di balik polemik tersebut, pemasangan pagar sebenarnya mencerminkan dilema yang dihadapi pengelola pusat perbelanjaan. Di satu sisi mereka memiliki tanggung jawab melindungi pengunjung, karyawan, dan aset apabila terjadi situasi darurat. Namun di sisi lain, langkah pengamanan yang terlalu mencolok justru dapat memunculkan persepsi publik bahwa terdapat ancaman besar yang sedang diantisipasi.

Fenomena ini juga tidak lepas dari memori kolektif masyarakat terhadap berbagai kerusuhan yang pernah terjadi di Indonesia, ketika pusat-pusat perbelanjaan menjadi salah satu objek yang terdampak. Karena itu, meskipun alasan resmi yang disampaikan adalah penataan akses dan peningkatan keamanan, kemunculan pagar secara hampir bersamaan di sejumlah mal besar tetap memunculkan pertanyaan publik dan menjadi bahan diskusi luas di media sosial.

Pada akhirnya, polemik ini menunjukkan bahwa dalam era media sosial, sebuah kebijakan pengamanan fisik tidak lagi dipandang sekadar sebagai urusan teknis. Tanpa komunikasi yang jelas dan terbuka dari pengelola maupun pemerintah, langkah preventif seperti pemasangan pagar dapat dengan mudah berkembang menjadi berbagai spekulasi yang memengaruhi persepsi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.