Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Ungkap Produksi Susu Nasional Baru Capai 20 Persen

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Kementan Ungkap Produksi Susu Nasional Baru Capai 20 Persen Doc: RRI/Saadatuddaraen
Ket. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda (tengah)

TANGERANG - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat produksi susu nasional masih relatif rendah, yakni baru mencapai 20 persen. Sejatinya jumlah peternakan sapi di Tanah Air sebanyak 50 ribu-an.

"Untuk produksi susu kita saat ini secara nasional memang masih relatif rendah, baru sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional. Peternakan sapi perah kita, kurang lebih ada sekitar Rp50 ribua-an peternak sapi perah, ya," Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, di NICE PIK2, Tangerang, Selasa (16/6).

Menurut Agung, penyebab dari rendahnya produksi susu karena tidak seperti negara lainnya. Diluar negeri, produksi susunya diutamakan untuk kebutuhan keluarga pemilik peternakan.

"Tetapi yang lucunya, mereka (peternak, red) hanya beternak, tetapi susunya dia perah dari sapinya yang dipelihara untuk dijual. Nah, anak-anaknya bahkan jarang yang minum susu juga," kata Agung.

Sehingga, lanjut dia, edukasi ini penting karena bila di luar negeri, susu yang dihasilkan itu prioritasnya adalah untuk anak-anaknya dahulu, baru dijual. "Kalau di kita kan mayoritas dijual semua," ucap dia.

Dia menegaskan oleh sebab itu, ini yang terus Kementan sosialisasikan juga ke depan. Seiring dengan gerakan minum susu, revolusi putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita terus mendorong percepatan produksi susu nasional. Insyaallah dalam waktu dekat, instruksi presiden tentang percepatan produksi susu dan daging nasional akan segera terbit," ujar dia.

Agung menambahkan terakhir beberapa minggu yang lalu pembahasan finalnya dan sebentar lagi Intruksi Presiden (Inpres) Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional akan segera terbit. "Ini untuk mendorong kementerian dan lembaga bersama-sama dengan para peternak meningkatkan produksi susu dan daging nasional kita," kata dia.

Diketahui, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) bila rakyat Indonesia masih rendah dalam mengkonsumsi susu. Alhasil, kandungan protein hewani hewani dalam tubuh khususnya anak-anak masih belum maksimal.

"Ya, jadi konsumsi minum susu kita di Indonesia itu masih cukup kecil. Kita 16,8 kg atau setara dengan 17,8 liter per kapita per tahun," ujar Agung.

Artinya, sambung Agung, kalau dirata-ratakan, setiap hari orang Indonesia itu minum susu hanya satu sendok. "Kita urutan ketujuh dari negara di Asia Tenggara," ucap dia.

Jadi, lanjutnya, tidak heran bila masyarakat Indonesia masih kalah main bolanya, karena konsumsi susu masih di urutan ketujuh. Masih sekitar 16,8 kg per kapita per tahun.

"Nah, dengan program BMG (Makan Bergizi Gratis, Red) yang didalamnya ada minum susu. Dengan terus kita sosialisasikan gerakan minum susu, daging, telur, ini terus mendorong agar konsumsi per kapita anak-anak kita itu jauh lebih tinggi, jauh lebih meningkat," kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.