Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PT KAI: Commuter Line Layani 178 Juta Perjalanan Selama Semester I 2026

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 15:50 WIB | Oleh:
PT KAI: Commuter Line Layani 178 Juta Perjalanan Selama Semester I 2026 Doc: KAI

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat Commuter Line Jabodetabek melayani 178.001.308 perjalanan pada Januari hingga Juni 2026. BUMN tersebut merilis data resmi ini pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026 di Jakarta.

Rata-rata volume pengguna Commuter Line pada hari kerja mencapai 1,05 juta perjalanan setiap hari. Angka harian tersebut mencatatkan kenaikan 29,3 persen dibandingkan rerata akhir pekan sebanyak 813,6 ribu perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memberikan penjelasan mengenai pola perjalanan kereta suburban tersebut. Sekitar 135,7 juta perjalanan atau 76,2 persen seluruh mobilitas penumpang berlangsung sepanjang hari kerja.

“Di dalam setiap perjalanan terdapat harapan yang dibawa dari rumah. Ada orang tua yang berangkat bekerja untuk biaya sekolah anaknya, ada pekerja yang mengejar waktu agar penghasilannya tetap terjaga, serta ada pedagang dan pelaku usaha yang menggantungkan aktivitasnya pada kelancaran perjalanan. Mereka adalah tulang punggung keluarga yang setiap hari mempercayakan perjalanannya kepada Commuter Line,” ujar Anne.

Anne menyoroti kondisi kepadatan seluruh penumpang yang kerap terjadi pada jam sibuk operasional layanan kereta. Kepadatan puncaknya terakumulasi pada pagi hari serta sore hari sewaktu masyarakat berangkat dan pulang kerja.

“Ketika pelanggan berdesakan pada jam sibuk, yang kita lihat bukan sekadar tingginya permintaan perjalanan. Di sana ada para tulang punggung keluarga yang berusaha tiba di tempat kerja tepat waktu dan pulang membawa hasil jerih payahnya. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang perlu dijawab bersama,” kata Anne.

Ia menegaskan pentingnya langkah penguatan kapasitas seluruh infrastruktur untuk meningkatkan kenyamanan pelayanan transportasi perkotaan. Upaya tersebut mencakup penambahan sarana kereta, pengembangan stasiun, hingga optimalisasi sistem persinyalan jaringan kelistrikan.

“Dukungan Pemerintah terhadap penambahan sarana dan penguatan prasarana sangat berarti bagi masyarakat. Setiap tambahan kapasitas akan menghadirkan ruang perjalanan yang lebih layak, mengurangi kepadatan, dan memberikan kenyamanan lebih baik bagi jutaan pelanggan yang menggantungkan mobilitas hariannya pada Commuter Line,” ucap Anne.

Jumlah pengguna layanan tercatat mencapai 328,2 juta pada 2024 serta 349,3 juta perjalanan 2025. Jumlah stasiun operasional juga berkembang dari 71 lokasi pada 2015 menjadi 85 stasiun 2026.

Lintas Bogor melayani 155 juta perjalanan penumpang sepanjang tahun 2025 sebagai koridor terpadat utama. Sementara koridor Cikarang mencatatkan 85,9 juta perjalanan disusul jalur Rangkasbitung sebanyak 77,6 juta perjalanan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Arsenal Yakin Mampu Gulung ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.