Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO: Wabah Ebola di RD Kongo Terbesar dalam Sejarah

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO: Wabah Ebola di RD Kongo Terbesar dalam Sejarah Doc: Antara/Anadolu
Ket. Penanganan Ebola di RD Kongo.

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) terus menyebar dengan cepat dan kini menjadi wabah terbesar yang pernah tercatat di negara tersebut.

WHO dalam pernyataannya pada Sabtu mengatakan wabah penyakit akibat virus Bundibugyo (BVD) itu terus memburuk, ditandai dengan penularan yang berkelanjutan serta meningkatnya jumlah kasus dan korban jiwa.

"Wabah penyakit akibat virus Bundibugyo (BVD) di Republik Demokratik Kongo terus meningkat, dengan penularan yang berkelanjutan serta peningkatan jumlah kasus dan kematian yang terus berlanjut," demikian pernyataan WHO.

Lembaga itu menambahkan bahwa wabah tersebut kini menjadi wabah ebola terbesar dalam sejarah Republik Demokratik Kongo.

Hingga 30 Juli, WHO mencatat sebanyak 3.605 kasus terkonfirmasi, termasuk 1.587 kematian, dengan tingkat kematian mencapai 44 persen.

"Peningkatan jumlah kasus yang terus terjadi, meluasnya penyebaran geografis, dan tingginya angka kematian menunjukkan perkembangan pesat keadaan darurat kesehatan masyarakat ini," kata WHO.

Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus mingguan mencapai 567 kasus, sedangkan jumlah kematian tercatat sebanyak 296 orang.

Menurut WHO, kondisi itu menunjukkan laju penularan yang sangat tinggi. Penyebaran wabah juga telah meluas dari Provinsi Ituri ke empat provinsi lain, yakni Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uele, dan Tshopo.Secara keseluruhan, sebanyak 49 zona kesehatan terdampak oleh wabah tersebut.

WHO menilai peningkatan besar-besaran terhadap upaya penanganan diperlukan untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut.

Pada 17 Mei, WHO menetapkan wabah ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

WHO juga menilai risiko penyebaran virus itu ke negara-negara lain di kawasan masih berada pada tingkat tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
BPBD: Tangerang Berpotensi ...
Megapolitan
Pemkot Jakut Edukasi Pelaja...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.