Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Melestarikan Layangan Dandang Warisan Budaya Khas Kalimantan Selatan

📅 Senin, 01 Sep 2025, 17:21 WIB | Oleh:
Melestarikan Layangan Dandang Warisan Budaya Khas Kalimantan Selatan Doc: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Ket. Salah satu tim peserta menyiapkan layang-layang raksasa sebelum diterbangkan pada kegiatan Festival Layang-Layang Dandang 2025 di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Minggu (31/8/).

TANAH LAUT - Terik matahari yang menyengat pori-pori kulit tak menyurutkan semangat ratusan orang yang  berkumpul di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, ketika itu.

Mereka yang berkumpul di pantai itu datang dari berbagai penjuru, kebanyakan penduduk lokal, sebagian datang dari provinsi lain, dan terlihat juga tidak sedikit turis asing dari Malaysia, Singapura, dan Prancis.

Mereka datang untuk memeriahkan Festival Layang-Layang Dandang 2025 sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menerbangkan 900 layangan tradisional. Rekor sebelumnya dibuat  Kabupaten Tapin dengan menerbangkan  300an layang-layang.

Para peserta membawa layang-layang raksasa dengan desain unik dan menarik yang membawakan ciri khas daerah masing-masing. Ciri khas daerah itu mereka tuangkan dalam bentuk gambar dan warna layangan dalam festival yang dibuka Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto, akhir Agustus. 

Sesaat setelah festival dibuka, ratusan peserta dari berbagai komunitas layangan unjuk kebolehan. Mereka yang terdiri atas beberapa orang dalam satu kelompok membagi tugas masing-masing. Dua hingga empat orang memegang layangan raksasa itu dekat di bibir pantai, beberapa orang lainnya menggenggam erat tali dan berlari kompak sekencang mungkin dengan aba-aba sambil menjauhi bibir pantai.

Kusain, penduduk Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Tanah Laut, menjadi  peserta festival layangan itu. Meski berusia paruh baya, semangatnya mengikuti festival tidak kalah dengan bocah-bocah yang berlari bermain layangan di pantai itu.

“Festival Dandang dilaksanakan setiap tahun, berpindah lokasi dari desa satu ke desa lain. Tujuannya supaya semakin banyak yang mengenal permainan tradisional ini,” kata Kusain yang berdiri tepat di samping anaknya memeriahkan pesta rakyat itu.

Kusain datang membawa layangan raksasa bermotif Suku Banjar. Sebagai kebanggaan akan warisan budaya untuk dikenalkan kepada dunia, Kusain dan rekannya menggambar tokoh Banjar dengan warna dominan merah dan kuning.

“Lari nak, lari, lari,” ungkapan itu dilontarkan Kusain ketika anaknya ikut mencoba menerbangkan layangan berukuran mini yang dibuat oleh Kusain khusus bagi bocah yang belum mampu memainkan layangan dandang yang berukuran raksasa.

Setelah ratusan layang-layang diterbangkan, bermacam warna warni layangan memperindah pemandangan langit biru di pantai itu.

Meski memperebutkan hadiah bagi 15 layangan terpilih, ratusan peserta memilih santai menikmati suasana. Mereka yang datang tidak begitu tergiur dengan hadiah puluhan juta yang disediakan panitia, karena mereka datang atas dasar bangga untuk melestarikan tradisi lokal yang telah mendunia ini.

20250901171839_IMG_9442.jpeg

Para peserta menyiapkan layang-layang raksasa sebelum diterbangkan pada kegiatan Festival Layang-Layang Dandang 2025 di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Minggu (31/8). (Antara/Tumpal Andani Aritonang)

Warisan Budaya Tak Benda

Layangan raksasa itu memiliki bobot bervariasi, dengan lebar bentangan sayap mulai dari 4-9 meter dan panjang yang bisa mencapai 10 meter, pemain layangan harus mengeluarkan tenaga lebih untuk berlari hingga puluhan meter sambil menarik tali yang dikaitkan di rangka layangan berbahan bambu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Presiden Prabowo Tinjau Pel...
Luar Negeri
Sejumlah Warga Terluka dala...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.