Melestarikan Layangan Dandang Warisan Budaya Khas Kalimantan Selatan
📅 Senin, 01 Sep 2025, 17:21 WIB | Oleh: OpikPermainan tradisional asli Kalimantan Selatan ini mulanya berasal dari Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Layangan khas masyarakat Suku Banjar ini berbobot besar sehingga dijuluki “Raksasa Terbang”, menjadi layangan terbesar di nusantara.
Berkat ciri khasnya dan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan berharga, layangan dandang resmi mendapat pengakuan nasional setelah pada tahun 2024 resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Indonesia melalui pengakuan Kementerian Hukum berupa Kekayaan Intelektual Komunal, bersamaan dengan lima warisan budaya lainnya di Kalimantan Selatan yang juga ditetapkan sebagai WBTB pada tahun yang sama.
Bahkan layangan dandang juga mendapatkan pengakuan internasional setelah Tim Pelayang dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengharumkan nama Indonesia di mancanegara saat tampil menerbangkannya di Festival Layangan Internasional Fano di Pulau Fano, Denmark, yang berlangsung pada 14-21 Juni 2025.
Kabupaten Tanah Laut patut bersyukur, setelah layangan dandang ditetapkan sebagai WBTB, daerah ini mampu memecahkan rekor MURI bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-80 RI.
Sebaiknya Anda baca juga:

Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto (kanan) menerbangkan layang-layang raksasa secara simbolis saat membuka kegiatan Festival Layang-Layang Dandang 2025 di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Minggu (31/8). (Antara/Tumpal Andani Aritonang)
Ekonomi tumbuh
“Festival Layangan Dandang ini bukan hanya seni dan budaya. Kegiatan ini juga menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan potensi pariwisata daerah,” kata Bupati Tanah Laut Rahmat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena antusias peserta yang ramai setiap tahun, Festival Layangan Dandang telah berdampak nyata memberikan penghasilan bagi masyarakat setempat, yang berpeluh mengais rupiah dari usaha mikro kecil.
Mulai dari pedagang keliling, warung makan dan minuman, hingga suvenir lokal buatan pelaku usaha mikro nampaknya menjadi daya tarik tambahan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Seorang pedagang bakso keliling, Muhammad Yusuf, tak jauh dari kerumunan orang-orang, tampak bersemangat memarkir sepeda motor gerobak kecilnya sambil menunggu pembeli di pinggir pohon di Festival Layangan Dandang 2025 yang berlangsung di Tanah Laut pada 30-31 Agustus 2025.
Dengan handuk kecil yang menggantung di leher, Yusuf sesekali mengelap keringat di jidatnya sambil melayani pembeli yang silih berganti untuk menganjal perut yang lapar di tengah teriknya matahari.
Dari festival layangan ini, Yusuf yang biasanya mendapatkan laba sekitar Rp150 ribu, memanjatkan syukur karena mendapatkan laba lebih dari Rp600 ribu dari hasil penjualan.
Kalimantan Selatan patut berbangga, berkat kreativitas anak bangsa, provinsi ini semakin dikenal di kancah nasional hingga mancanegara melalui permainan tradisional. Upaya menjaga warisan budaya berharga ini pun dilanjutkan pemerintah daerah setempat setiap tahunnya dengan menggelar festival layangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!