Luar Biasa, Bek Timnas Indonesa Dinobatkan sebagai Bek Terbaik di Dunia
📅 Senin, 01 Sep 2025, 14:42 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Prestasi luar biasa dicapai bek timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Betapa tidak, bek sayap timnas ini dinobatkan menjadi bek terbaik di dunia versi Data MB. Perusahaan analis data sepak bola, Data MB, mencatat Calvin Verdonk sebagai bek sayap terbaik di dunia.
Data MB turut membuka statistik Calvin Verdonk musim lalu. Data MB juga mengomentari kepindahan Calvin Verdonk dari klubnya, NEC Nijmegen ke klub asal Prancis, Lille.
Kepindahan ini juga diunggah spesialis bursa transfer pemain, Fabrizio Romano. Bahkan MB memberi bendera Indonesia dan emoji dunia, di dalamnya diungkapkan catatan terbaik Verdonk.
Catatan terbaik itu, dilihat dari jumlah umpan progresif yang dilakukan Verdonk mencapai 513 dan actions sebanyak 574. Pemain lain tidak ada yang mencapai angka-angka ini. Data statistik tersebut dibandingkan dengan tujuh fullback di tujuh liga teratas Eropa.
“Lawan” Hubner
Sementara itu, saat bermain laga lanjutan liga Belanda, Calvin Verdonk gagal membawa NEC Nijmegen mencuri poin dari kandang Fortuna Sittard, yang diperkuat Justin Hubner.
Sebaiknya Anda baca juga:
NEC kalah 2-3dalam lanjutan Liga Belanda 2025/2026 di Stadioon Fortuna Sittard, Minggu. Dikutip dari laman Liga Belanda Eredivisie, Verdonk bermain penuh dalam pertandingan tersebut. Sedangkan Justin Hubner, yang juga bek timnas Indonesia, mulai diturunkan pada menit ke-73.
Memulai pertandingan, Sittard langsung unggul cepat 1-0 pada menit keempat setelah sontekan dari Mohamed Ihattaren gagal dibendung.
Akan tetapi, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Pada menit ke-28, sundulan dari Bryn Linssen dari luar kotak penalti mampu membawa Nijmegen menyamakan kedudukan 1-1.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lima menit kemudian, Sittard mendapatkan hadiah penalti. Ihattaren yang menjadi algojo dengan mudah menceploskan bola dan membuat skor menjadi 2-1.
Skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga wasit meniup peluit untuk turun minum. Usai jeda, Nijmegen belum bisa keluar dari sejumlah serangan-serangan Sittard.
Pada menit ke-57, Peterson hampir saja membawa Sittard unggul 3-1 namun sundulannya masih digagalkan penjaga gawang Gonzalo Crettaz.
Justru Nijmegen yang berhasil membuat kedudukan kembali berimbang. Memasuki menit ke-67, Ouiassa melepaskan sontekan dari dalam kotak penalti untuk mengubah papan skor menjadi 2-2. Sittard terus membombardir pertahanan rapat Nijmegen yang bermain lebih sabar.
Memasuki masa perpanjangan waktu, tepatnya menit ke-90+4, Paul Gladon menjadi pahlawan Sittard setelah tembakannya gagal ditepis kiper lawan Gonzalo Crettaz. Sittard unggul 3-2 dan bertahan hingga peluit akhir ditiup.
Tambahan tiga poin membuat Sittard kini berada di peringkat kesepuluh dengan torehan empat poin. Sedangkan Nijmegen kini terhenti di peringkat kedua dengan koleksi total sembilan poin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!