Jejak Luhur Ki Hadjar Dewantara Hadir di Gelar Budaya Umbulharjo
📅 Senin, 01 Sep 2025, 19:10 WIB | Oleh: Eko SNilai yang Relevan Hingga Kini
Prinsip Ki Hadjar Dewantara seperti *Tut Wuri Handayani*, konsep *Tri Pusat Pendidikan* (keluarga, sekolah, masyarakat), serta sistem *among* dianggap tetap relevan. Nilai-nilai itu dinilai mampu menjawab tantangan zaman, termasuk persoalan sosial kontemporer seperti perundungan dan kekerasan remaja.
“Pendidikan menurut Ki Hadjar bukan sekadar transfer ilmu, melainkan jalan membentuk budi pekerti dan kemandirian,” tegas Cak Lis.
Kuliner Tradisional Umbulharjo
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain pameran sejarah, pengunjung juga diajak menikmati suasana budaya lewat musik tempo dulu, permainan tradisional, serta sajian kuliner khas Umbulharjo. Dua di antaranya adalah kudapan *bendhul* dan minuman rempah *wedang seruni*.
* **Bendhul** terbuat dari singkong, kelapa parut, gula jawa, dan sedikit tepung beras. Kudapan manis gurih ini dahulu menjadi favorit Sultan Hamengku Buwono VII, VIII, dan IX, serta kerap disajikan pada hajatan maupun upacara adat. Bentuknya yang bulat pipih menyerupai hiasan gunungan Grebeg Keraton menambah makna simboliknya.
* **Wedang Seruni** diracik dari rempah-rempah seperti serai dan kayu manis, disajikan hangat maupun dingin. Minuman ini dipercaya berkhasiat menghangatkan tubuh, melancarkan peredaran darah, sekaligus meningkatkan daya tahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjaga Keistimewaan Lewat Budaya
Melalui tema “Jejak Luhur Ki Hadjar Dewantara”, Umbulharjo tak hanya memperkenalkan sisi historis, tetapi juga menghidupkan kembali warisan budaya lokal. Dari rumah pemikiran hingga sajian tradisional, nilai-nilai Ki Hadjar terus menjadi inspirasi dalam menjaga keistimewaan Yogyakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!