Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pusat Budaya Turki Akan Hadir di DIY, Perkuat Jalinan Dua Peradaban

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Pusat Budaya Turki Akan Hadir di DIY, Perkuat Jalinan Dua Peradaban Doc: Dok. Pemda Yogyakarta

YOGYAKARTA - Yogyakarta kembali menarik perhatian dunia internasional sebagai pusat kebudayaan. Pemerintah Turki melalui Duta Besarnya untuk Indonesia, Y.M. Talip Kucukcan, menyampaikan rencana membangun pusat budaya Turki di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Keinginan itu diutarakan saat ia bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (5/11).

Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Imam Pratanadi, menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Turki menekankan eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki yang telah terjalin selama ini. “Dari hubungan bilateral dua negara ini, Bapak Duta Besar menyampaikan harapan Pemerintah Turki agar bisa menjalin hubungan lebih dengan daerah-daerah di Indonesia, terutama DIY. Karenanya pada pertemuan ini, Duta Besar Turki mengungkapkan keinginan membangun pusat budaya di DIY,” ujar Imam.

Menurut Imam, Sri Sultan menyambut baik gagasan tersebut dan mendorong realisasinya. Yogyakarta memang telah menjadi rumah bagi berbagai pusat kebudayaan asing seperti Jepang, Korea Selatan, Prancis, India, dan Amerika Serikat. “Dari rencana pembangunan pusat budaya ini, Duta Besar Turki juga mengungkapkan keinginannya untuk mempererat hubungan melalui kerja sama di bidang budaya dan pendidikan dengan DIY. Dan hal ini juga disambut baik oleh Bapak Gubernur,” tambah Imam.

Koordinator Bidang Kerja Sama Luar Negeri DPMPTSP DIY, Fathi Mustaqim, menambahkan bahwa tahun 2025 menandai 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Turki. Hubungan historis yang panjang, katanya, menjadi dasar kuat untuk memperdalam kerja sama kultural antara kedua pihak.

“Sejarahnya, ada jejak-jejak korespondensi antara Kesultanan Yogyakarta dengan Kesultanan Turki Usmani. Dan dulu Ngarsa Dalem juga pernah mendapat penghargaan gelar Honoris Causa dari University of Meliksyah, salah satu kampus di Turki di tahun 2013,” ungkap Fathi.

Ia menambahkan, meskipun Turki telah memiliki pusat kebudayaan di Jakarta, pemerintah negara tersebut menilai Yogyakarta sebagai lokasi yang tepat untuk membangun pusat studi budaya baru. “Turki melihat DIY sebagai ibu kota budaya Indonesia, karena itu mereka berkeinginan membangun pusat studi kebudayaan atau pusat kebudayaan di Yogyakarta,” jelasnya.

Rencana pendirian pusat budaya Turki diharapkan tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga memperkaya dinamika pertukaran budaya di Yogyakarta sebagai kota yang terus memelihara nilai-nilai tradisi sekaligus terbuka terhadap interaksi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.