Pengadilan Resmi Berhentikan Paetongtarn dari PM Thailand
📅 Jumat, 29 Agu 2025, 20:37 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: X - Ing Shin
BANGKOK - Mahkamah Konstitusi Thailand, Jumat (29/8), resmi memberhentikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya. Keputusan itu diambil karena Paetongtarn dinilai melanggar etika konstitusional.
Keputusan itu diambil setelah penyelidikan atas panggilan telepon yang bocor antara Paetongtarn dan mantan pemimpin Senat Kamboja, Hun Sen. Panggilan tersebut dinilai tidak layak dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pemimpin negara.
Dalam panggilan tersebut, Paetongtarn sempat memanggil Hun Sen dengan sebutan “paman”. Ia juga mengatakan, “jika ada hal apapun yang Anda inginkan, beri tahu saya, dan saya akan mengurusnya”.
Selain itu, Paetongtarn meminta Hun Sen untuk bersikap toleran dalam menghadapi kritik. Ia juga menyebut seorang komandan militer Thailand sebagai “oposisi” dan menyatakan bahwa beberapa komentar komandan itu tidak bermanfaat bagi negara.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi telah menangguhkan Paetongtarn dari jabatannya sejak 1 Juli 2025, saat proses penyelidikan etika berlangsung. Pengadilan menyetujui petisi dari 36 senator yang menuduh Paetongtarn melanggar standar etika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengganti sementara telah ditetapkan hingga penunjukan perdana menteri definitif dilakukan. Kebijakan pemerintah ke depan diperkirakan akan lebih berat karena situasi politik yang terbelah. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!