Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Peringatkan Risiko Paparan PFAS dari Konsumsi Ikan Laut

📅 Senin, 22 Des 2025, 00:13 WIB | Oleh:
Tiongkok Peringatkan Risiko Paparan PFAS dari Konsumsi Ikan Laut Doc: AFP

SHENZEN - Tim peneliti Tiongkok mengonfirmasi bahwa zat per- dan polifluoroalkil (PFAS), yang sering disebut "bahan kimia abadi," dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi ikan laut, sehingga menimbulkan potensi risiko kesehatan.

Xinhua melaporkan, Minggu (21/12), studi tersebut memetakan kontaminasi PFAS pada ikan di seluruh dunia, memprediksi konsentrasi PFAS pada 212 spesies ikan laut yang sering dikonsumsi, serta mengevaluasi risiko paparan PFAS melalui konsumsi ikan di berbagai wilayah.

PFAS merupakan jenis bahan kimia sintetis yang persisten dan ditemukan dalam berbagai produk sehari-hari, seperti lapisan antilengket pada peralatan masak, perlengkapan luar ruangan (outdoor) tahan air, dan kemasan makanan. Karena terurai dengan sangat lambat di lingkungan alami, maka senyawa ini disebut sebagai "bahan kimia abadi".

Senyawa-senyawa ini menyebar melalui air dan udara, kemudian memasuki ekosistem laut di mana zat tersebut diserap dan terakumulasi dalam ikan. Saat manusia mengonsumsi ikan yang terkontaminasi, PFAS dapat masuk ke dalam tubuh manusia, terakumulasi seiring waktu, yang berujung pada terganggunya kesehatan.

Temuan itu dipublikasikan secara daring pada Jumat (19/12) dalam jurnal Science. Tim peneliti tersebut beranggotakan para ilmuwan dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Selatan (Southern University of Science and Technology), Southeast University, Universitas Fuzhou, dan Institut Teknologi Timur (Eastern Institute of Technology/EIT) di Ningbo.

Peneliti Qiu Wenhui, salah satu anggota tim tersebut, menjelaskan bahwa perdagangan makanan laut (seafood) global secara diam-diam mengubah pola paparan PFAS. Ikan dari wilayah beresidu tinggi dibawa melalui perdagangan internasional ke wilayah dengan residu rendah.

Penelitian ini memberikan landasan ilmiah untuk menjaga keamanan pangan sekaligus memberikan informasi bagi pengelolaan perikanan dan regulasi PFAS. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.