Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Miris! Ibu Muda di Polewali Mandar Terpaksa Melahirkan di Bak Mobil Akibat Fasilitas Kesehatan Terbatas dan Sungai Tanpa Jembatan

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 14:55 WIB | Oleh:
Miris! Ibu Muda di Polewali Mandar Terpaksa Melahirkan di Bak Mobil Akibat Fasilitas Kesehatan Terbatas dan Sungai Tanpa Jembatan Doc: Instagram/@hedimalliwang
Ket. Potret ibu melahirkan di bak sebuah mobil

JAKARTA - Kisah memilukan datang dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Seorang ibu muda bernama Harmiani harus mengalami pengalaman yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, melahirkan di bak mobil pada Minggu malam (24/8/2025). 

Bukan karena keinginan Harmiani, melainkan akibat keterbatasan fasilitas kesehatan serta sulitnya akses menuju puskesmas atau rumah sakit.

Tragedi ini bermula ketika Harmiani merasakan kontraksi hebat dan keluarganya berusaha segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, perjalanan itu jauh dari mudah. 

Di daerah tempat tinggal Harmiani, tidak ada jembatan permanen yang bisa digunakan untuk menyeberangi sungai. Pada saat itu, kondisi makin parah karena air sungai tengah meluap, membuat akses menuju fasilitas kesehatan benar-benar terputus.

Dengan segala keterbatasan, keluarga akhirnya memutuskan untuk menempatkan Harmiani di bak sebuah mobil. Di situlah proses persalinan berlangsung, dengan bantuan seorang warga yang sebelumnya pernah mendapat pelatihan dasar untuk membantu bidan dalam proses persalinan darurat.

Meski tanpa peralatan medis memadai, suasana panik, dan kondisi lingkungan yang tidak steril, keberanian dan keterampilan seadanya warga tersebut berhasil menyelamatkan dua nyawa sekaligus. 

Harmiani akhirnya melahirkan dengan selamat, begitu pula sang buah hati yang kini bisa bernafas lega di dunia.

Kabar ini cepat menyebar dan memicu keprihatinan publik. Bagaimana mungkin di era modern seperti sekarang, masih ada ibu yang harus melahirkan dalam kondisi penuh risiko hanya karena akses jalan dan fasilitas kesehatan sangat terbatas? 

Peristiwa ini membuka mata banyak pihak bahwa masih ada daerah-daerah di Indonesia yang tertutup dari akses kesehatan layak, bahkan untuk kebutuhan paling mendasar sekalipun, persalinan.

Saat ini, Harmiani dan bayinya sudah berada di rumah dan dalam kondisi stabil. Meski demikian, cerita perjuangan hidup-mati yang dialaminya menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur. 

Sebab, tidak ada ibu yang seharusnya mempertaruhkan nyawa hanya karena keterlambatan akses kesehatan.

Peristiwa ini pun menjadi simbol nyata bahwa pembangunan di Indonesia masih jauh dari merata. Harmiani beruntung karena bisa selamat. Namun, sampai kapan ibu-ibu di pelosok negeri harus menghadapi risiko serupa sebelum pemerintah benar-benar bertindak?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Daerah
Pemerintah Kota Mataram Aja...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.