PIS Tanam 1.000 Terumbu Karang Jaga Ekosistem di Sabang Aceh
📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 10:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BANDA ACEH – PT Pertamina International Shipping (PIS) menanam sebanyak 1.000 terumbu karang di kawasan di Ujung Teungku, Iboih, Sabang, Aceh, sebagai bagian strategi berkelanjutan mendukung terciptanya ekosistem laut yang sehat.
"Kami ingin memastikan ekosistem laut di Indonesia tetap terjaga, mulai dari wilayah pusat hingga daerah terujung seperti Sabang. Setiap lokasi dipilih berdasarkan urgensi konservasi dan potensi dampaknya terhadap ekosistem lokal," kata Corporate Secretary PIS Muhammad Baron, di Banda Aceh, Jumat (22/8).
Ia menjelaskan PT PIS berkomitmen menjaga ekosistem laut Indonesia melalui program CSR Marine BiodiverSEAty. Salah satu kegiatan terbaru yang dilakukan PIS adalah transplantasi 1.000 fragmen terumbu karang di Ujung Teungku, Iboih, Sabang.
Ia mengatakan perlindungan laut tidak bisa dipisahkan dari kegiatan operasional perusahaan. Program menanam 1.000 fragmen terumbu karang menjadi bagian memastikan ekosistem laut di Indonesia tetap terjaga.
Menurut dia, pemilihan Sabang pada tahun 2025 bukan tanpa alasan, karena daerah itu sebagai salah satu garis terluar Indonesia dan Sabang memiliki posisi strategis dalam melengkapi sebaran penanaman terumbu karang di lokasi lain yang telah dilakukan PIS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakakan Sabang juga memiliki potensi wisata laut yang luar biasa. Perekonomian Sabang terutama bertumpu pada sektor pariwisata laut dan perikanan, sehingga kelestarian laut menjadi vital bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Ia mengatakan kegiatan transplantasi dilakukan melalui beberapa tahapan. Dimulai dengan sesi edukasi mengenai pentingnya ekosistem terumbu karang yang disampaikan oleh Rubiah Tirta Divers, pusat selam pertama di Aceh.
Edukasi tersebut ditujukan kepada perwira Pertamina yang berpartisipasi, agar memahami betul peran penting karang dalam mendukung kehidupan laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Transplantasi 1.000 koral di Sabang, ditargetkan bisa menjaga produktivitas ekosistem karbon biru dengan potensi penyerapan karbon 0,4 ton setara emisi karbon setahun (0,4 tCO2e setahun).
"Terumbu karang bukan hanya berperan sebagai penyerap karbon utama, namun secara tidak langsung akan melindungi ekosistem lamun dan mangrove untuk meningkatkan kapasitas stok karbon biru keseluruhan," katanya pula.
Ia menambahkan kegiatan penanaman coral di Aceh juga melibatkan masyarakat lokal merangkai fragmen karang pada kerangka besi yang berfungsi sebagai media tumbuh.
Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan penanaman karang secara langsung melalui kegiatan penyelaman di kawasan konservasi termasuk melakukan pemantauan rutin.
"Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dari program proses transplantasi maupun pemantauan, guna memberi manfaat berupa lingkungan laut yang lebih sehat dan peluang ekonomi dari sektor wisata bahari yang berkelanjutan," kata Baron.
"Langkah ini menjadi bukti bahwa perlindungan ekosistem laut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau komunitas lingkungan, melainkan juga bagian dari peran perusahaan dalam memastikan keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang," katanya lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!