Camilan RI Serbu Vietnam, Potensi Raup Cuan Rp4,28 Miliar
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Kemendag
PANGKALPINANG - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI Hanoi mencatat produk makanan ringan Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar 266 ribu dolar AS atau setara dengan Rp4,28 miliar dalam pameran industri makanan dan minuman Vietfood Beverage & Propack 2025 di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Atase Perdagangan RI Hanoi Addy Perdana Soemantry mengatakan capaian potensi transaksi dalam pameran ini menegaskan keunggulan posisi produk makanan dan minuman ringan Indonesia di pasar Vietnam.
"Potensi transaksi sebesar 266 ribu dolar AS masih akan terus bertambah seiring tindak lanjut inquiries pascapameran," ujar Addy dalam keterangan resmi dikutip di Pangkalpinang, Jumat (22/8).
Ia menyebut industri makanan dan minuman Vietnam sangat kompetitif. Namun tetap terbuka peluang besar bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk masuk, terutama untuk produk olahan seperti wafer, biskuit, minuman manis, dan makanan ringan ekstrusi (chiki dan wafer).
Menurutnya, pengeluaran bulanan masyarakat Vietnam untuk makanan dan minuman diperkirakan bertambah seiring pertumbuhan populasi usia muda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Addy mencatat, beberapa komoditas makanan dan minuman ekspor unggulan Indonesia ke Vietnam adalah kue kering, biskuit, pastri, makanan olahan cokelat, kembang gula, sereal, dan minuman ringan.
Vietnam juga merupakan importir terbesar pertama sereal dan makanan sereal Indonesia dengan nilai mencapai 41,50 juta dolar AS pada 2024.
Pada periode yang sama, Vietnam menjadi importir terbesar kedua produk minuman manis dari Indonesia dengan nilai 20,92 juta dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk komoditas roti dan kue kering, biskuit, dan pastri asal Indonesia, Vietnam menjadi importir terbesar ketiga dengan nilai 93,70 juta dolar AS.
Dari sisi produk makanan dari cokelat dan kembang gula Indonesia, Vietnam menjadi importir terbesar kelima untuk dengan nilai 16,10 juta dolar AS.
Pada Januari-Juni 2025, total perdagangan Indonesia dengan Vietnam tercatat sebesar 8,28 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia ke Vietnam 5,24 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Vietnam 3,04 miliar dolar AS. Indonesia surplus terhadap Vietnam sebesar 2,20 miliar dolar AS.
Sementara itu, pada 2024, total perdagangan Indonesia dengan Vietnam mencatatkan nilai 15,99 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Vietnam tercatat sebesar 9,51 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Vietnam 6,48 miliar dolar AS. Indonesia surplus 3,02 miliar dolar AS.
Ekspor utama Indonesia ke Vietnam, antara lain, batu bara, produk canai lantaian dari baja tahan karat, mobil dan kendaraan bermotor lainnya, minyak kelapa sawit, serta tembaga dimurnikan dan paduan tembaga.
Sementara, impor Indonesia dari Vietnam, antara lain, beras, korundum artifisial, polimer dari propilena, produk varian kayu bakar, dan perangkat telepon termasuk ponsel pintar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!