Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OJK Beberkan Rencana Konsolidasi BUMN oleh Danantara, Fokus Sektor Keuangan dan Non-Keuangan

📅 Rabu, 13 Agu 2025, 11:27 WIB | Oleh:
OJK Beberkan Rencana Konsolidasi BUMN oleh Danantara, Fokus Sektor Keuangan dan Non-Keuangan Doc: Antara Foto
Ket. Otoritas Jasa Keuangan

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengungkapkan adanya rencana konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diawasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Rencana tersebut mencakup BUMN baik di sektor keuangan maupun non-keuangan, yang akan digabungkan menjadi entitas yang lebih besar dan efisien.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait langkah besar ini. Konsolidasi yang dimaksud akan melibatkan perusahaan-perusahaan BUMN yang memiliki lini bisnis serupa, baik yang bergerak di sektor keuangan maupun non-keuangan. Mahendra menambahkan bahwa gagasan ini diterima dengan baik oleh OJK, karena dapat menghasilkan skala usaha yang lebih besar dan memperbaiki efisiensi operasional secara keseluruhan.

"Ini adalah langkah yang bisa memperkuat posisi dan daya saing perusahaan-perusahaan tersebut. Dengan konsolidasi, mereka akan bisa memperbesar cakupan bisnis dan lebih kompetitif," jelas Mahendra saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (12/8).

Namun, meski OJK mendukung prinsip dasar rencana ini, Mahendra menegaskan bahwa prosesnya masih dalam tahap awal. OJK saat ini tengah menunggu rincian lebih lanjut dan perkembangan dari Danantara terkait implementasi konkret konsolidasi tersebut sebelum memberikan penilaian atau persetujuan final.

Sebelumnya, Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk mengonsolidasikan BUMN di sektor logistik dan asuransi. Di sektor logistik, terdapat 18 BUMN yang memiliki usaha sejenis, namun belum cukup kompetitif. Rencananya, mereka akan digabung menjadi satu perusahaan logistik besar yang bisa bersaing secara global.

Sementara di sektor asuransi, setelah melakukan kajian mendalam, ditemukan ada 16 BUMN yang terlibat di bisnis ini, namun dengan skala yang kecil dan tidak cukup kompetitif. Rencananya, perusahaan-perusahaan ini akan dipangkas menjadi hanya tiga entitas: asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Langkah konsolidasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi BUMN yang ada, menjadikannya lebih efisien, dan siap bersaing dengan perusahaan swasta baik domestik maupun internasional. Namun, implementasi rencana ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
JCGF 2026 Dorong Regenerasi...

Libur Sekolah Dongkrak Wisata Bantul

1 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Libur Sekolah Dongkrak Wisa...
Megapolitan
KAI Commuter Pasang Alat Pe...
Nasional
PT KAI Amankan 12.656 Baran...
Nasional
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Mar...

Jubir: Kondisi Wali Kota Bandung Stabil

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Jubir: Kondisi Wali Kota Ba...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

11 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.