Jelang Pertemuan Trump-Putin, Wapres AS dan Menlu Inggris Bertemu, Bahas Perang Ukraina
📅 Minggu, 10 Agu 2025, 11:05 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: BBC
LONDON - Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menggelar pertemuan di dekat London untuk membahas perang di Ukraina pada Sabtu (9/8).
Menurut laporan BBC, pembicaraan tersebut disebut dilakukan atas permintaan AS.
Keduanya didampingi pejabat Ukraina dan penasihat keamanan nasional Eropa. Lammy mengatakan "dukungan Inggris untuk Ukraina tetap kuat saat kami terus berupaya menuju perdamaian yang adil dan abadi".
Pertemuan tersebut terjadi saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menekankan dia tidak akan memberikan konsesi teritorial kepada Russia, menjelang pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Russia Vladimir Putin di Alaska minggu depan.
Pertemuan hari Sabtu itu diadakan di Chevening, kediaman resmi Lammy di Kent, tempat Vance dan keluarganya kini tinggal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rustem Umerov, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, dan Andriy Yermak, kepala kantor Zelensky, menghadiri pembicaraan bersama dengan pejabat yang mewakili Inggris, AS, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Italia, Finlandia, dan NATO.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelum pertemuan tersebut, dan mengatakan mereka sepakat bahwa pertemuan itu akan menjadi "forum penting" untuk membahas kemajuan menuju perdamaian.
Setelah pertemuan, Lammy mengatakan dukungan Inggris terhadap Ukraina tetap "kuat".
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump dan Putin akan bertemu pada tanggal 15 Agustus untuk membahas masa depan perang.
Trump mengisyaratkan Ukraina mungkin harus menyerahkan wilayah untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi skala penuh Russia pada Februari 2022.
Berbicara tentang potensi kesepakatan damai, Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa "akan ada beberapa pertukaran wilayah, demi kebaikan keduanya".
"Anda melihat wilayah yang telah diperebutkan selama tiga setengah tahun, banyak orang Rusia yang tewas. Banyak orang Ukraina yang tewas," ujarnya.
Pada Sabtu malam, beberapa pemimpin Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan kembali dukungan mereka terhadap Ukraina dan bersikeras bahwa Ukraina harus dilibatkan dalam setiap perundingan damai.
"Jalan menuju perdamaian di Ukraina tidak dapat diputuskan tanpa Ukraina," kata para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Finlandia, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!