Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benahi Pengelolaan Tata Perusahaan Kelapa Sawit

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 09:18 WIB | Oleh:
Benahi Pengelolaan Tata Perusahaan Kelapa Sawit Doc: ist
Ket. sawit

JAKARTA – Tata pengelolaan perusahaan kelapa sawit perlu dibenahi. Perkumpulan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI) menilai tata kelola pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) baru perlu dibenahi dan diperkuat lagi.

Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan pemerintah perlu melakukan pendataan terhadap kapasitas PKS yang telah terpasang di setiap zona agar tidak melebihi dua kali lipat dari ketersediaan pasokan tandan buah segar (TBS) di wilayah tersebut.

Menurut dia, kondisi tersebut dinilai dapat memicu persaingan usaha yang tidak sehat antarpabrik.

"Yang diperlukan bukan moratorium, tetapi penataan. Pemerintah harus memetakan zonasi kebun swadaya dan menghitung kebutuhan kapasitas PKS di setiap wilayah. Dengan begitu, pembangunan pabrik benar-benar disesuaikan dengan potensi pasokan TBS yang tersedia," ujar Darto.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak lagi memberikan izin pembangunan PKS yang tidak memiliki kebun sendiri, terutama jika lokasinya berada di sekitar atau bahkan di tengah kawasan kebun plasma.

Ia berpendapat kondisi tersebut dapat mengganggu tata niaga TBS serta merusak pola kemitraan yang selama ini berjalan.

Sementara itu, untuk wilayah yang masih kekurangan kapasitas PKS sehingga petani harus mengirim TBS ke pabrik yang jauh, Darto meminta pemerintah justru mempermudah proses perizinan pembangunan PKS baru atau memperbaiki infrastruktur jalan agar biaya distribusi petani dapat ditekan.

"Yang kami minta adalah tata kelola yang lebih baik. Izin pembangunan pabrik harus didasarkan pada data sebaran kebun swadaya agar tidak mengganggu kemitraan yang masih berjalan dengan sistem pola kredit," jelasnya.

Adapun saran ini menyusul rencana Pemerintah Provinsi Jambi untuk memberlakukan moratorium pembangunan PKS baru.

Darto menilai moratorium bukan solusi yang tepat untuk memperbaiki tata kelola industri sawit, tapi justru berpotensi merugikan petani sawit swadaya karena semakin sedikit jumlah PKS, semakin jauh pula jarak yang harus ditempuh petani untuk menjual TBS.

Selain berdampak pada petani, Darto menilai moratorium juga berpotensi menghambat agenda hilirisasi sawit yang sedang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jambi.

"Kalau Jambi ingin membangun industri hilir sawit, maka pasokan CPO dari sektor hulu justru harus diperkuat, bukan dibatasi. Moratorium bisa membuat investor memilih membangun PKS di provinsi tetangga seperti Riau, Sumatera Selatan, atau Sumatera Barat. Akibatnya, Jambi kehilangan investasi dan nilai tambah, sementara TBS dari kebun di wilayah perbatasan tetap akan mengalir ke luar provinsi," jelas Darto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Luar Negeri
Erupsi Gunung Etna, Bandara...

Benahi Pengelolaan Tata Perusahaan Kelapa Sawit

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Benahi Pengelolaan Tata Per...

Aldila Akan Fokus Hadapi US Open Bersama Pelatih

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Akan Fokus Hadapi US...

Ole Romeny Menjebol Gawang PSV Eindhoven

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Ole Romeny Menjebol Gawang ...

Perairan Laut Indonesia Potensial Jadi Wisata Bahari

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perairan Laut Indonesia Pot...
Luar Negeri
Sebanyak 19 Warga Mengalami...
Judi Online Rp2,5 Triliun Mengalir di Jabar, Dedi Mulyadi Dorong LPM Perkuat Ekonomi Desa

Judi Online Rp2,5 Triliun Mengalir di Jabar, Dedi Mulyadi Dorong LPM Perkuat Ekonomi Desa

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.