Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kopi Kintamani, Kopi Bali yang Mendunia karena Kaya akan Rasa dan Tradisi

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 15:10 WIB | Oleh:
Kopi Kintamani, Kopi Bali yang Mendunia karena Kaya akan Rasa dan Tradisi Doc: Ubudian
Ket. Kopi Kintamani ditanam dengan metode tanam tradisional tumpang sari.

Indonesia termasuk negara penghasil kopi terbesar di dunia. Tak heranlah, sebab hampir setiap wilayah di negara ini memiliki perkebunan kopi. Salah satunya Bali. 

Di Bali, ada kopi yang dikenal punya cita rasa yang unik, namanya Kopi Kintamani. Keunikan rasanya membuat kopi ini disukai para pecinta kopi baik warga lokal maupun wisatawan mancanegara. 

Kopi Kintamani berasal dari perkebunan kopi di sekitar Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Bali. Tanaman kopi ini tumbuh subur di ketinggian 1.300 hingga 1.700 meter. 

Yang membuat kopi ini unik adalah budidaya kopi merupakan tradisi sakral yang berakar dari warisan budaya masyarakat daerah itu. Para petani di Kintamani sangat mementingkan keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta (Hyang Widi) dalam proses penanamannya. 

Ditanam dengan menerapkan metode tanam tradisional tumpang sari, menciptakan rasa yang khas dari kopi Arabika ini. Para petani menanam pohon kopi berdampingan dengan komoditas lain, seperti tanaman jeruk, sehingga rasa yang ditimbulkan pun menjadi cenderung manis, beraroma buah asam segar dan wangi bunga.

Aroma rempah juga terasa di kopi Kintamani karena dalam proses budidayanya, filosofi Tri Hita Karana, yang mengutamakan keseimbangan dan harmoni, menjadi pedoman dalam penanaman kopi Kintamani. Karena selain jeruk, pohon kopi ditanam berdampingan dengan tanaman rempah lain.

Seperti jenis kopi Arabika lainnya, kopi Kintamani memiliki karakteristik yang tidak terlalu asam. Cocok bagi yang menghindari rasa asam yang kuat dalam secangkir kopi. Jenis kopi ini masih aman dikonsumsi atau orang-orang bermasalah dengan asam lambung.

Menariknya lagi, kopi Kintamani memiliki aroma coklat yang kompleks. Rasa ini menghadirkan kesan manis yang mirip karamel pada minuman kopi. Kondisi tanah dan geografi tempat budidaya berperan penting dalam pembentukan aroma tersebut.

Kopi Arabika Kintamani memiliki kandungan kafein yang tidak terlalu tinggi antara 0,8% - 1,4%. Cocok untuk pemula yang ingin mencoba.

Soal tekstur, kopi Kintamani memiliki ukuran biji kopi sedang (medium), dengan sedikit rasa pahit dan keasaman yang mirip jeruk, menyeruput kopi Kintamani menciptakan pengalaman minum kopi yang menyegarkan. Kombinasi ini menjadikan kopi Kintamani diminati para pecinta kopi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Mahasiswa Kedokteran UNNES ...

Lotus Care Jadi Layanan Unggulan untuk Tuberkulosis

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lotus Care Jadi Layanan Ung...

UI Tuan Rumah Rakor Humas Protokol Perguruan Tinggi

56 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
UI Tuan Rumah Rakor Humas P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.