Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Jadi Negara Pertama Asia Tenggara yang Operasikan Sistem Rudal Balistik Jarak Pendek

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 19:00 WIB | Oleh:
Indonesia Jadi Negara Pertama Asia Tenggara yang Operasikan Sistem Rudal Balistik Jarak Pendek Doc: Antara
Ket. Ilustraqsi. Peluncuran R-HAN 22 Roket R-Han 122 yang memiliki kecepatan maksimum 1,8 mach dan jarak tembak hingga 15 KM.

SINGAPURA: Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengerahkan sistem misil balistik taktis yang akan meningkatkan kemampuan medan perang jarak pendeknya, berdasarkan penampakan oleh para penggemar militer di Kalimantan Timur.

misil balistik adalah misil berpeluncur roket yang dapat membawa hulu ledak nuklir atau konvensional.

misil KHAN 7,1 m memiliki diameter 610 mm dan jangkauan hingga 280 km, menurut situs web Roketsan. Beratnya 2.500 kg dan dipersenjatai dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 470 kg.

Senjata ini memiliki akurasi probabilitas kesalahan melingkar di bawah 10m, memberikan “daya tembak yang akurat dan efektif terhadap target strategis di medan perang”, menurut Roketsan.

Sasaran potensial meliputi sistem artileri dan pertahanan udara, lokasi radar dan fasilitas logistik.

Jangkauan misil KHAN memperluas radius serangan Indonesia ke koridor maritim yang disengketakan, kata situs berita Defence Security Asia.

Meskipun Indonesia bukan pengklaim Laut Tiongkok Selatan, “sembilan garis putus-putus” Tiongkok yang mengklaim sebagian besar jalur perairan tersebut tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di dekat Kepulauan Natuna yang kaya minyak dan gas.

Indonesia memesan misil KHAN pada November 2022 dan merupakan kekuatan militer pertama di luar Turki yang memiliki misil tersebut dalam inventarisnya, kata wakil manajer umum Roketsan Murat Kurtulus saat itu.

CNA telah mengirimkan pertanyaan kepada militer Indonesia tentang berapa banyak misil KHAN yang diperolehnya dan di mana ia menyebarkannya.

Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah berupaya memodernisasi perangkat keras militernya yang sudah tua serta mendiversifikasi pemasok pertahanannya dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2022, Indonesia membeli 42 jet Rafale dari Prancis senilai US$8,1 miliar.

China juga dilaporkan menawarkan untuk menjual jet tempur J-10 ke Jakarta.

Indonesia telah meningkatkan kerja sama dengan produsen pertahanan Turki dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Juni di pameran Indo Defence 2025, Roketsan menandatangani dua kontrak – satu untuk pengadaan misil Anti-Kapal ATMACA dan Sistem Senjata ATMACA, dan yang kedua untuk perjanjian usaha patungan yang direncanakan untuk mengembangkan kemampuan lokal di Indonesia untuk "perakitan, produksi dalam negeri, dan keberlanjutan teknologi misil", Roketsan mengumumkan.

Bulan lalu, Indonesia menandatangani kontrak pembelian 48 jet tempur KAAN dari Turki. Pesawat tempur siluman bermesin ganda yang dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Turkish Aerospace Industries ini akan segera diproduksi dan pengirimannya ke Angkatan Udara Turki diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2028 atau 2029.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.