Trump Ancam Tarif Tambahan ke India karena Tetap Membeli Minyak Russia
📅 Rabu, 06 Agu 2025, 01:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Brendan SMIALOWSKI/AFP
TOKYO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (4/8) mengancam akan menaikkan tarif impor India ke AS "secara substansial" dari nilai 25 persen yang berlaku dan sudah disepakati. Ancaman tarif tambahan itu, setelah menuduh negara itu terus membeli dan menjual ulang minyak dari Russia.
“Mereka tak peduli berapa banyak orang terbunuh di Ukraina akibat Mesin Perang Russia,” kata Trump di media sosialnya saat ia berupaya meningkatkan tekanan ke New Delhi.
Meski Amerika Serikat memandang India sebagai mitra strategis untuk menandingi Tiongkok, namun Trump, juga semakin resah akibat mandeknya upaya menghentikan perang di Ukraina. Dia pun mengeklaim bahwa India meraup "keuntungan besar" saat menjual ulang minyak dari Russia tersebut ke pasar terbuka.
Pekan lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif tinggi terhadap setiap negara mitra dagang dengan AS yang berlaku Kamis (7/8).
Sebelum AS menyatakan penangguhan implementasi "tarif resiprokal" beberapa waktu yang lalu, Trump dan pemerintah AS berulang kali mengisyaratkan bahwa India akan menjadi salah satu negara yang paling pertama meneken kesepakatan dagang dengan AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, India tidak seperti mitra dagang kunci AS lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa. India tak kunjung meneken kesepakatan dagang dengan AS hingga penangguhan implementasi tarif berakhir pada Jumat. Trump pun akhirnya secara sepihak menetapkan tarif 25 persen terhadap produk India yang masuk ke AS.
Keamanan Ekonomi
Merespons kritik dari AS, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India pada Senin menyatakan bahwa tindakan Trump "tak dapat dibenarkan dan tak beralasan".
“Seperti selayaknya negara ekonomi besar, India akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kepentingan nasional dan keamanan ekonominya,” sebut Kementerian Luar Negeri India dalam keterangannya seperti dikutip dari Antara.
India menyebut bahwa AS pun masih mengimpor produk Russia, seperti uranium heksafluorida untuk industri nuklirnya serta bahan-bahan kimia dan produk pupuk.
Ketika Trump mengumumkan rencananya menjatuhkan tarif 25 persen terhadap India akhir Juli lalu, ia mengkritisi India yang masih membeli alutsista dari Russia sembari mengeluhkan hambatan dagang yang "menjengkelkan".
Kala itu, Trump berkata akan menetapkan nilai tarif baru kepada India, ditambah "penalti" tambahan yang tidak ia rincikan.
Pertengahan Juli lalu, Presiden AS menyebut Russia dapat dikenakan tarif yang sangat tinggi, kemungkinan hingga 100 persen, jika negara itu tak kunjung menghentikan perang di Ukraina.
Trump juga mengancam tambahan tarif bagi negara-negara yang masih membeli minyak ataupun produk lainnya dari Russia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!