Kembaran Digital Berbasis “AI” Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim
📅 Selasa, 05 Agu 2025, 07:26 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Kirill KUDRYAVTSEV / AFP
PARA ilmuwan beralih ke sekutu baru yang mengejutkan dalam perang melawan perubahan iklim: kembaran digital (digital twins) replika sistem energi dunia nyata yang cerdas dan bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Model virtual ini dapat membantu manusia lebih memahami dan meningkatkan segala hal, mulai dari panel surya dan ladang angin hingga pembangkit listrik tenaga panas bumi dan hidroelektrik. Meskipun potensinya sangat besar, versi yang ada saat ini belum sempurna karena masih menghadapi variabel dunia nyata yang rumit dan kesenjangan data.
Namun, para peneliti dalam laporannya berjudul “Memanfaatkan masa depan: Menjelajahi Aplikasi dan Implikasi Kembaran Digital dalam Energi Terbarukan,” oleh Concetta Semeraro, Haya Aljaghoub, Hamad Khalid Mohamed Hussain Al-Ali, Mohammad Ali Abdelkareem, dan Abdul Ghani Olabi, percaya bahwa dengan peningkatan yang tepat, kembaran digital dapat memainkan peran penting dalam menjauhkan dari bahan bakar fosil dan menuju masa depan yang lebih bersih dan lebih hijau.
Kembaran Digital Bertenaga AI: Sebuah Langkah Berani Menuju Solusi Iklim
Seiring meningkatnya upaya di seluruh dunia untuk mengurangi emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim, para peneliti di Universitas Sharjah sedang mengeksplorasi teknologi baru yang canggih yang dapat mengubah cara kita memproduksi dan mengelola energi: kembaran digital bertenaga AI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Model digital canggih ini bertindak sebagai versi virtual dari sistem dunia nyata. Menurut para peneliti, model ini berpotensi untuk secara signifikan meningkatkan cara energi bersih dihasilkan, dikendalikan, dan dioptimalkan di berbagai sumber. Penggunaannya dapat membantu mempercepat peralihan global dari bahan bakar fosil, yang telah lama dikaitkan oleh para ilmuwan dengan pemanasan global.
Peran Kembaran Digital dalam Inovasi Modern
Kembaran digital dapat mensimulasikan dan berinteraksi dengan sistem kompleks secara real-time, yang menjadikannya alat utama dalam memajukan inovasi di berbagai industri. Penggunaannya telah menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi, pengurangan biaya, dan pendekatan pemecahan masalah baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, para ilmuwan menekankan bahwa model kembaran digital saat ini bukannya tanpa kekurangan. Alat-alat ini menghadapi beberapa keterbatasan yang menyulitkan pemanfaatan potensinya secara penuh dalam sistem energi terbarukan, termasuk tenaga angin, surya, panas bumi, hidroelektrik, dan biomassa.
“Kembaran digital sangat efektif dalam mengoptimalkan sistem energi terbarukan,” tulis para peneliti dari Universitas Sharjah dalam jurnal Energy Nexus, dikutip dari Scitech Daily.
“Namun, setiap sumber energi menghadirkan tantangan unik mulai dari variabilitas data dan kondisi lingkungan hingga kompleksitas sistem yang dapat membatasi kinerja teknologi kembaran digital, meskipun sangat menjanjikan dalam meningkatkan pembangkitan dan pengelolaan energy,” tambahnya.
Memetakan Lanskap Kembaran Digital Melalui Literatur
Dalam studi mereka, para penulis melakukan tinjauan ekstensif terhadap literatur yang ada tentang penerapan kembaran digital dalam sistem energi terbarukan. Mereka mengkaji berbagai konteks, fungsi, siklus hidup, dan kerangka kerja arsitektur untuk memahami bagaimana kembaran digital saat ini dimanfaatkan dan di mana saja kesenjangannya.
Untuk mendapatkan wawasan yang bermakna, para peneliti menggunakan teknik penambangan teks tingkat lanjut, memanfaatkan kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan pemrosesan bahasa alami. Pendekatan ilmiah yang ketat ini memungkinkan mereka menganalisis data mentah dalam jumlah besar dan mengungkap pola, konsep, dan tren yang sedang berkembang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!