Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Nakes demi Pelayanan Inklusif TBC di Gorontalo
📅 Jumat, 03 Jul 2026, 17:37 WIB | Oleh: Tim PenulisGorontalo - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melatih petugas atau tenaga kesehatan untuk Tuberkulosis (TBC) tingkat puskesmas dan rumah sakit di wilayah itu menggunakan bahasa isyarat dalam mendukung layanan kesehatan inklusif di daerah itu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Erni Nuraini Mansur di Gorontalo, Jumat, mengatakan pelatihan dilakukan secara blended learning.
"Kami memadukan pembelajaran daring dan luring yang dipusatkan di Kota Gorontalo, dilaksanakan secara terintegrasi oleh Bidang P2 bersama Sekretariat Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo," kata Erni.
Pelatihan tersebut sebagai upaya mendukung pencapaian prioritas pembangunan kesehatan yang inklusif.
Ia mengatakan pelatihan tahun ini menghadirkan inovasi melalui pengintegrasian materi Keterampilan Dasar Bahasa Isyarat ke dalam kurikulum pelatihan petugas TBC.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah tersebut merupakan implementasi transformasi kesehatan, yang bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) dalam memberikan pelayanan yang ramah disabilitas, sehingga komunikasi dengan pasien tuli dapat berlangsung lebih efektif dan mendukung keberhasilan pengobatan.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa mengapresiasi inovasi tersebut sebagai wujud nyata transformasi layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek klinis, tetapi juga menjamin pelayanan yang inklusif, humanis, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh masyarakat.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pengintegrasian materi bahasa isyarat dalam pelatihan petugas TBC merupakan langkah nyata mewujudkan transformasi layanan kesehatan yang inklusif," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi klinis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi secara efektif agar setiap pasien memperoleh pelayanan yang setara, bermartabat dan tanpa diskriminasi.
Materi keterampilan dasar bahasa isyarat disampaikan oleh narasumber dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) dan Komunitas Rangkul Asa, yang memberikan pembelajaran mengenai komunikasi dasar dengan penyandang tuli, sekaligus membangun pemahaman peserta tentang pentingnya pelayanan kesehatan yang mudah diakses.
Para peserta menyambut positif materi tersebut, sebab pembelajaran bahasa isyarat memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
Kemampuan berkomunikasi dengan pasien tuli merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien dan menghormati hak setiap warga, untuk memperoleh layanan kesehatan yang setara.
Melalui pelatihan ini, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif, sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Tahun 2025-2029.
Anang mengatakan dengan penguatan kapasitas petugas kesehatan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kompetensi komunikasi yang inklusif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!