Angin Segar dan Harapan Rakyat Kecil dari Sekolah Rakyat Samarinda untuk Menggapai Cita-cita
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 23:48 WIB | Oleh: OpikRumah didik murid prasejahtera
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 24 Samarinda resmi membuka pintunya, bukan sekadar sebagai lembaga akademis, tetapi sebagai sebuah rumah baru yang hangat bagi 100 murid prasejahtera jenjang SMP dan SMA.
Dengan sistem asrama penuh, sekolah ini mengusung sebuah misi mulia, yakni memutus mata rantai kemiskinan dengan terlebih dahulu membangun rasa nyaman.
Berlokasi sementara di kompleks Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim, SR 24 menerapkan model yang berbeda secara fundamental dari sekolah reguler. Di sini, kurikulum utama pada bulan-bulan pertama bukanlah matematika atau fisika, melainkan adaptasi dan pemulihan psikologis.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan sistem asrama penuh, sekolah ini memprioritaskan kenyamanan dan kesiapan mental siswa sebelum memulai pembelajaran akademik formal," ungkap Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda, Hasyim.
Ia sadar betul, para siswa yang datang dari berbagai latar belakang keluarga dengan tantangan ekonomi ekstrem membawa beban yang tak terlihat.
Karena itu, sekolah ini merancang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang tak biasa. Jika sekolah lain melakukannya dalam hitungan hari, SR 24 mengalokasikan waktu tiga minggu hingga tiga bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Yang ingin kami bentuk pertama kali adalah mereka tidak asing dulu dengan lingkungannya. Ini adalah masa persiapan krusial untuk membangun fondasi psikologis mereka,” terang Hasyim.
Selama masa rintisan ini, fokus utama adalah menciptakan lingkungan yang aman dan suportif. Pemerintah menanggung sepenuhnya seluruh kebutuhan siswa, mulai dari makan tiga kali sehari, makanan ringan, hingga delapan setel seragam gratis.
Fasilitas-fasilitas itu membebaskan mereka dari kekhawatiran kebutuhan dasar, sehingga bisa fokus pada proses belajar dan pengembangan diri.
Lebih dari sekadar fasilitas, pendekatan personal menjadi poros dari sistem pendidikan di SR 24. Setiap 10 siswa akan didampingi oleh satu wali asuh. Peran mereka bukan sekadar pengawas, melainkan sebagai mentor, sahabat, dan orang tua pengganti yang siap sedia memberikan dukungan emosional dan bimbingan.
Sistem itu yang dikoordinasikan oleh seorang wali asrama, memastikan tidak ada satu anak pun yang merasa sendirian.
Untuk memahami setiap anak secara mendalam, pihak sekolah melakukan serangkaian tes di awal masa pendidikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!