Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angin Segar dan Harapan Rakyat Kecil dari Sekolah Rakyat Samarinda untuk Menggapai Cita-cita

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 23:48 WIB | Oleh:

"Kami perlu melakukan tes untuk memetakan kemampuan dasar, kondisi kesehatan, hingga minat dan bakat mereka," ujar Hasyim. Pemetaan ini memungkinkan sekolah merancang intervensi yang personal dan tepat sasaran.

SR 24 Samarinda adalah bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang membangun manusia seutuhnya. Dengan menyentuh akar persoalan—kesejahteraan mental dan rasa aman—sekolah ini tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga harapan dan fondasi yang kokoh bagi generasi muda.

20250803234547_6088956216664510785.jpeg

Nurhaidah (tiga dari kanan) dan Bunga Tan bersama anaknya yang diterima di Sekolah Rakyat Samarinda, didampingi oleh wali asuhnya (kanan). (Antara/Ahmad Rifandi)

Mengukir harapan

Di sebuah asrama yang terletak di dalam kompleks Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, denyut Sekolah Rakyat baru mulai terasa. Sejak 31 Juli 2025, asrama ini sudah didiami 12 orang guru yang datang dari berbagai daerah, mulai Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga putra-putri daerah dari Samarinda dan Kutai Barat.

Mereka adalah para pionir, garda terdepan dari SR Terintegrasi 24 Samarinda yang siap memulai proses pendidikan pada 15 Agustus 2025.

Kedua belas guru yang mengantongi sertifikat pendidik ini bukan sekadar pengajar, melainkan para pemandu masa depan bagi 100 murid prasejahtera angkatan pertama. Mereka membawa semangat dan dedikasi, meninggalkan kampung halaman untuk mengabdi di pusat Kalimantan Timur.

"Guru-guru mayoritas berasal dari luar Kalimantan Timur, jadi kami sediakan asrama untuk memudahkan mereka," ujar Indra Bagus Yudistira, Wakil Kepala Pengembangan Mutu/Kurikulum.

Perjalanan pendidikan di sekolah ini tidak akan dimulai secara instan. Sekolah Rakyat Samarinda telah merancang sebuah proses adaptasi yang lebih mendalam. "Proses belajar juga akan diawali dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) ditambah program persiapan selama hampir tiga bulan," jelas Indra.

Tujuannya mulia, menyatukan para siswa yang berasal dari latar belakang beragam dan membiasakan mereka dengan kehidupan berasrama.

Target yang dicapai adalah agar siswa dapat beradaptasi dengan baik. Jadi, setelah program persiapan selesai, barulah mereka mulai dengan materi pelajaran.

Ini adalah fondasi penting yang dibangun sekolah, memastikan bahwa kesiapan mental dan sosial murid sama prioritasnya dengan kesiapan akademis.

Meski semangat membara, jalan yang ditempuh bukannya tanpa tantangan. Kebutuhan ideal Sekolah Rakyat 24 Samarinda adalah 17 guru, yang berarti saat ini masih ada kekurangan lima tenaga pengajar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
UMKM Tegal Punya Harapan Ba...
Olahraga
Awal yang Baik bagi Madrid ...

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Program-program Unggulan Go...
Daerah
Mandi di Pantai Tuturuga Be...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pemkot Buka Bandung Great Sale 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.