Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Kemarau 2026, OKI Resmi Berlakukan Siaga Darurat Karhutla.

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 12:31 WIB | Oleh:
Hadapi Kemarau 2026, OKI Resmi Berlakukan Siaga Darurat Karhutla. Doc: Antara Foto
Ket. Kejadian kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI Nova Triyussanto saat diwawancarai dari Palembang, Sabtu, mengatakan penetapan status tersebut menjadi yang pertama dilakukan di Sumatera Selatan pada tahun ini.

“Status siaga darurat ini kami tetapkan lebih awal sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi cukup ekstrem tahun ini,” katanya.

Penetapan status siaga darurat itu berdasarkan Surat Keputusan Bupati OKI Nomor 135/KEP/BPBD/2026, dan berlaku sejak 14 April hingga 31 Desember 2026.

Kebijakan itu juga ditujukan untuk mengantisipasi potensi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dengan status tersebut, seluruh pihak terkait diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari upaya pencegahan, patroli terpadu, hingga penanganan cepat apabila terjadi kebakaran.

Koordinasi lintas instansi juga diperkuat bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan kelompok masyarakat peduli api.

“Kami berharap semua pihak bergerak bersama mencegah karhutbunla, (kebakaran hutan kebun dan lahan),” ujarnya.

Selain itu, BPBD OKI akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan kebakaran, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena selain merusak lingkungan juga dapat dikenakan sanksi hukum.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Sumatera Selatan sepanjang 2025 mencapai 5.939,8 hektare.

Lahan mineral menjadi area yang paling luas terbakar yakni 5.558,2 hektare, sedangkan lahan gambut mencapai 381,6 hektare.

Kabupaten OKI tercatat sebagai wilayah dengan luas kebakaran terbesar di Sumatera Selatan, yakni 1.361,9 hektare, terdiri atas lahan gambut 333,4 hektare dan lahan mineral 1.028,5 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta

Pemkab Simeulue Memiliki 1.900 Hektare Lahan Pohon Sagu

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Pemkab Simeulue Memiliki 1....
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.