Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Langkah Pramono Menata Jakarta dengan Merawat Sungai

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 06:55 WIB | Oleh:

Namun, transportasi ini dihentikan di era Gubernur Jakarta periode 2007 - 2012 Fauzi Bowo karena dinilai tidak efektif. Terlebih, banyaknya sampah di sana yang menghambat perjalanan.

Kini wacana terkait angkutan sungai kembali mengemuka. Namun, Pramono tak memberi sinyal positif.

Bukan perkara sampah, tapi jalur pelayanan yang tak bisa terlalu panjang. Merujuk masa lalu, transportasi sungai hanya memiliki panjang jalur 1,7 km.

Selain itu, saat musim kemarau, air sungai di sana hampir kering. Inilah yang juga menjadi persoalan untuk kembali dihidupkannya transportasi sungai.

Pramono lalu ditanya tentang temuan sampah di sepanjang sungai. Dia mengatakan kawasan sungai yang dia susuri sudah bebas dari sampah. Karena warga tak lagi membuang sampahnya ke sungai.

Kalaupun ditemukan barang-barang di tepi sungai, itu milik warga. Mereka sengaja menaruh barang-barangnya di sana.

Sungai-sungai besar termasuk Ciliwung pun, kata Pramono saat ini bukan lagi sebagai jamban warga. Dia mengatakan sebagian warga yang belum memiliki jamban, malah memilih buang air besar di kebun.

Berkaca dari hal itu, Pramono mendorong warga tak lagi BAB sembarangan. Salah satu yang diupayakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni menyediakan tangki septik atau septic tank komunal.

Yang terbaru, peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Septic Tank Komunal Terintegrasi Teknologi Biogas di Rusunami Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (28/7).

Pramono menegaskan ini menjadi bagian upaya Pemprov DKI Jakarta untuk terus mendorong percepatan layanan sanitasi layak bagi seluruh warga.

Dampak lainnya yakni bisa secara signifikan menurunkan keluarga yang menggunakan sungai sebagai jamban.

Adapun merujuk data triwulan III tahun 2024 dari dinas kesehatan, di DKI Jakarta terdapat sebanyak 1.610 rumah tangga yang tidak memiliki jamban atau berperilaku buang air besar sembarangan (BABS).

Karena itu, Pemprov DKI terus mengkampanyekan dan memberikan edukasi stop buang air besar sembarangan (BABS) kepada warga melalui berbagai media demi tercapainya target 100 persen stop BABS di wilayah pada tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

58 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.