Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

BPBD Lebak Minta Warga Rawat 8 Jalur Evakuasi untuk Mitigasi Tsunami 

1 Rabu, 30 Jul 2025, 14:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Lebak Minta Warga Rawat 8 Jalur Evakuasi untuk Mitigasi Tsunami  BPBD Lebak Minta Warga Rawat 8 Jalur Evakuasi untuk Mitigasi Tsunami  Doc: ANTARA
Ket. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama.

LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, meminta masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai selatan agar merawat delapan jalur evakuasi untuk mitigasi gempa megathrust yang memicu gelombang tsunami.

"Kami berharap jalur evakuasi dirawat dan berfungsi untuk mengurangi risiko kebencanaan alam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, di Lebak, Rabu (30/7).

Selama ini, kata dia, rambu-rambu jalur evakuasi terdapat pada delapan  titik yakni Kecamatan Bayah (2 titik), Panggarangan (2 titik), Cihara (1 titik), Wanasalam (2 titik) dan Malingping (1 titik).

Rambu-rambu jalur evakuasi itu, lanjutnya, dinilai lebih efektif untuk menyelamatkan korban ke titik kumpul ke perbukitan yang aman dari bencana gelombang tsunami. Selain itu pemasangan sirene di Kecamatan Bayah 1 titik dan Cihara 1 titik. Sedangkan untuk Wanasalam, kata dia, mereka bisa memanfaatkan mitigasi tsunami ke gedung shelter di Desa Muara Binuangeun.

Berdasarkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lanjutnya, lebih baik mitigasi tsunami itu dengan memanfaatkan rambu-rambu jalur evakuasi dan pemasangan sirene dibandingkan sarana infrastruktur struktural, seperti gedung maupun bangunan.

"Kami minta masyarakat bila terjadi tsunami dipastikan sirene bunyi keras, bisa menyelamatkan kurang lebih 10-20 menit untuk bergerak cepat memanfaatkan infrastruktur melintasi jalur rambu evakuasi dan arah petunjuk ke bukit serta gedung shelter," katanya.

Ia menyebutkan masyarakat pesisir selatan Kabupaten Lebak yang masuk daerah rawan gempa megathrust, antara lain Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah, dan Cilograng. Karena di daerah itu terdapat pertemuan (tumbukan) lempeng di Samudera Hindia, Australia-Benua Asia.

BPBD Lebak menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan Sekolah Lapangan Geofisika agar masyarakat pesisir dapat menyelamatkan diri bila terjadi tsunami dengan berlari ke perbukitan melalui jalur evakuasi dan berlindung di shelter maupun bangunan tinggi.

Selain itu pihaknya melakukan sosialisasi dan simulasi untuk memberikan pengetahuan bagaimana masyarakat menyelamatkan jiwa apabila terjadi tsunami.

"Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk merawat jalur evakuasi maupun sarana infrastruktur mitigasi lainnya agar berfungsi guna mengurangi risiko kebencanaan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Staf PBB Tewas dalam Tahana...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.