Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wagub Banten: Koperasi Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Desa

📅 Senin, 28 Jul 2025, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wagub Banten: Koperasi Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Desa Doc: Antara
Ket. Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah di Kota Serang, Senin (28/7).

Serang - Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah menegaskan koperasi menjadi soko guru perekonomian rakyat dan kunci untuk membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa.

“Kooperasi itu soko guru ekonomi. Kalau bagus di provinsi, kabupaten, kota, hingga kelurahan, maka pertumbuhan ekonomi Banten bisa tinggi sekali. Bahkan, Banten bisa jadi role model nasional,” kata Dimyati di Kota Serang, Senin (28/7).

Menurut dia, pengelolaan koperasi yang berbasis komunitas dari bawah lebih berpeluang sukses dibanding model top-down yang memiliki celah penyimpangan.

“Kalau dulu dibentuk dari atas, hanya dijadikan alat "menjebol" uang. Akhirnya bukan 'nanam' padi, malah beli (mobil) Mercy. Kalau sekarang, semua dari bawah, diawasi ketat,” ujar dia. 

Pemerintah Provinsi Banten, kata Dimyati, akan membentuk tim pengawasan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan efektivitas pengelolaan koperasi di desa-desa.

Program Koperasi Merah Putih, menurut dia, juga menjadi saluran distribusi bahan pokok bersubsidi yang langsung menyasar masyarakat. Salah satu contohnya adalah gas LPG yang kini bisa dikelola koperasi tanpa beban biaya besar.

“Dulu harus bayar Rp100 juta jadi pangkalan. Sekarang koperasi bisa langsung. Harga gas nanti jadi sesuai, tak ada lagi permainan harga sampai Rp30 ribu. Subsidi harus dinikmati rakyat, bukan konglomerat,” ujar dia, menegaskan. 

Selain itu, Dimyati juga mengatakan praktik lama distribusi beras yang dinilai sarat penyimpangan, maka lewat koperasi akan diawasi ketat dan langsung ke masyarakat.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Kita akan perintahkan tangkap kalau masih ada yang main. Dulu saya sudah geram. Sekarang kita pastikan koperasi ini dikelola secara jujur,” katanya.

Tak hanya bahan pokok, koperasi juga akan diperkuat dengan kredit usaha rakyat dengan bunga ringan yang disubsidi pemerintah. Ia mengatakan sistem pembiayaan tersebut berbasis credit standing yang sehat dan transparan.

“Bunga cuma enam persen setahun, itu disubsidi pemerintah. Ini bukan uang gratis. Asalkan niatnya benar, bukan buat korupsi, pasti berhasil,” ujar Dimyati.

Keberhasilan koperasi akan mendorong pemerataan ekonomi di desa dan menumbuhkan kebahagiaan kolektif, katanya, menegaskan.

“Kalau rakyat senang, gubernur dan wakil gubernur pasti senang juga. Lihat sawah hijau saja sudah bikin bahagia,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Gaza di Ujung Tanduk, Wabah...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.