Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korsel Desak Penghentian Program Nuklir dan Pelonggaran Sanksi Korut

3 Rabu, 23 Sep 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel Desak Penghentian Program Nuklir dan Pelonggaran Sanksi Korut Korsel Desak Penghentian Program Nuklir dan Pelonggaran Sanksi Korut Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Pemimpin Korut, Kim Jong-un, dan anak perempuannya, Kim Ju-ae, saat meninjau uji coba peluncuran sistem senjata tipe baru di sebuah lokasi rahasia pada Minggu (20/9). Pemimpin Kim Jong-un menyatakan keberhasilan peluncuran itu sebagai bukti kemajuan teknologi militer Korut.

SEOUL – Pemimpin Korea Selatan (Korsel) dalam sebuah sesi wawancara dengan New York Times menyatakan Amerika Serikat (AS) seharusnya berupaya untuk membekukan, bukan langsung menghapus, program nuklir Korea Utara (Korut) dan menawarkan keringanan sanksi sebagai imbalannya.

Pernyataan Presiden Lee Jae-myung itu telah membalikkan pendirian pendahulunya, Yoon Suk-yeol, sejak ia menjabat pada Juni 2025, dengan menawarkan pembicaraan kepada Pyongyang tanpa prasyarat.

Kepemimpinan Korut sejauh ini belum menanggapi satu pun tawaran yang diajukannya.

Terlepas dari sanksi PBB yang telah berlangsung lama, Korut telah mengabadikan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir dalam hukum, dengan para pemimpinnya berulang kali menyatakan persenjataan atomnya bersifat permanen dan tidak dapat diubah.

Pada saat yang sama, Pyongyang telah mengamankan dukungan penting dari Russia di samping sekutu tradisionalnya, Tiongkok, sehingga mengurangi keuntungan yang bisa diperoleh dari diplomasi yang diperbarui dengan Presiden AS, Donald Trump.

"Saya percaya ada nilai signifikan dalam pertukaran antara sanksi  yang bagaimanapun juga tidak terlalu efektif dan penghentian pengembangan senjata nuklir tambahan dan teknologi misil balistik antarbenua," kata Presiden Lee seperti dikutip dalam sesi wawancara yang diterbitkan pada Senin (21/9).

"Mengupayakan denuklirisasi dalam keadaan saat ini dijamin tidak akan ada yang tercapai," kata Lee kepada surat kabar AS tersebut.

Presiden Korsel sebelumnya mengatakan bahwa membekukan kemampuan nuklir Pyongyang pada tingkat saat ini dengan menangguhkan produksi baru dan mencegah impor bahan nuklir itu sendiri akan menjadi keuntungan.

Para kritikus mengatakan pendekatan seperti itu berisiko karena secara diam-diam menerima Korut sebagai negara bersenjata nuklir sekaligus memungkinkan Pyongyang untuk mendapatkan keringanan sanksi tanpa melepaskan persenjataannya.

Senjata Baru

Sementara itu media pemerintah Korut pada Selasa (22/9) melaporkan bahwa pemimpin Korut, Kim Jong-un, telah meninjau uji coba sistem senjata tipe baru dan menyebutnya sebagai bukti kemajuan teknologi militer negara itu.

Informasi itu disampaikan dua hari setelah Korsel dan Jepang mengatakan Pyongyang telah  meluncurkan dua misil balistik jarak pendek ke perairan di lepas pantai timurnya, yang dikecam oleh kedua negara tersebut sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan regional.

“Biro misil Korut berhasil menguji jenis senjata baru pada hari Minggu di hadapan pemimpin Kim Jong-un,” lapor kantor berita KCNA.

Pyongyang tidak merinci sistem senjata apa yang dimaksud, tetapi mengatakan Kim Jong-un amat puas dengan peluncuran senjata baru tersebut dan menyebutnya sebagai demonstrasi yang sangat mencolok dari teknologi pertahanan ultra-modern.

Pemimpin Korut memperingatkan bahwa kemajuan tersebut akan memberikan musuh sakit kepala yang tak tersembuhkan dan pukulan yang sangat kejam dan tak terhindarkan, kata KCNA.

Peluncuran senjata baru pada Minggu itu juga melibatkan artileri dan misil jarak jauh, dengan senjata-senjata tersebut berhasil mengenai sasaran dengan akurasi 100 persen, menurut laporan KCNA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Momen Haru Warga Jakut Teri...
Nasional
Polri Mutasi 264 Perwira Ti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya   

Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.