Menikmati Kuliner Peranakan dengan Suasana Musem Dalam Balutan Barang Antik
📅 Kamis, 24 Jul 2025, 17:54 WIB | Oleh: Opik“Spot yang paling aku suka di ruang VOC, karena ada pedang VOC dari abad ke-17 dan di dekat pintu masuk yang ternyata banyak benda yang pernah ada di Dinasti Ming,” kata Shinta saat berkunjung.
Dari dekorasi hingga menu, semua mengakar pada sejarah budaya Babah.
Istilah “Babah” di Jawa umumnya digunakan untuk menyebut budaya campuran yang lahir dari pernikahan antara pendatang Tionghoa dan perempuan pribumi Jawa. Termasuk tradisi kuliner di Dapur Babah yang menghadirkan masakan hasil eksperimen para istri Babah (dikenal sebagai Nyonya) dan para juru masak rumah tangga serta pembantu (disebut Bedeinden) yang memasak tanpa resep tertulis.
Di restoran klasik itu juga terdapat tradisi minum teh ala Belanda yang disebut High Tea. Di balik secangkir teh di Dapur Babah Elite, ternyata ada cerita bersejarah yang sangat menarik. Konon, tradisi ini terinspirasi dari kisah tragis seorang selir kaisar bernama Chen YuanYuan di Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena skandal cinta, dia diasingkan dari istana. Tapi sebelum pergi, ia diberi jamuan teh terakhir sebagai bentuk penghormatan.

Tiga menu baru kopi khas Kawisari yang disajikan di Dapur Babah Elite. (Antara/Nabila Charisty)
Namun, lain cerita yang terdapat di Dapur Babah Elite. High Tea Di gedung kolonial 1940-an itu ternyata inspirasinya datang dari sosok pemimpin redaksi perempuan pertama pers Peranakan di Hindia Belanda yang merawat budaya dan menyajikan cerita lewat secangkir teh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di restoran ini, setiap teh yang dituang seakan merefleksikan hangatnya nuansa tempo dulu melalui teko keramik antik yang merupakan barang asli dari keluarga Babah di Jawa.
Tehnya beragam, mulai dari peppermint yang segar, sereh yang menenangkan, sampai pandan yang harum dan lembut.
Tidak hanya minum teh, saat ini tradisi yang biasa untuk menemani kegiatan bincang-bincang sore itu juga bisa diganti dengan kopi. Mulai dari kopi rasa klepon, rasa cincau, hingga rasa butterscotch sebagai variasi rasa kombinasi kopi single origin dari perkebunan Kawisari.
“Konon di Tiongkok, jamuan High Tea ini adalah perjamuan untuk tamu istimewa. Kita ingin semua masyarakat menikmati itu, maka kami hadirkan di restoran ini,” kata Diah kepada Antara.

Ruang VOC, salah satu ruang yang terdapat di Dapur Babah Elite. Terdapat beberapa pedang yang konon dipakai oleh para perwira dan pejabat VOC selama masa penjajahan. (Antara/Nabila Charisty)
Tradisi ini juga berpadu dengan romantisme budaya dalam kesederhanaan yang dibuat khusus untuk menghidupkan kembali setiap aspek historis di tempat ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!