Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menikmati Kuliner Peranakan dengan Suasana Musem Dalam Balutan Barang Antik

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 17:54 WIB | Oleh:
Menikmati Kuliner Peranakan dengan Suasana Musem Dalam Balutan Barang Antik Doc: ANTARA/Nabila Charisty
Ket. Tiga hidangan gurih sebagai menu pembuka. Perkedel Jagung (kiri), Loempia Semarang (tengah), dan Bitterballen (kanan).

JAKARTA - Pintu kayu tua besar setinggi tiga meter itu berderit pelan ketika didorong. Tak tok, tak tok  suara langkah kaki pada papan kayu tua terdengar bersahutan. Dari balik pintu, ada perempuan berkebaya encim berwarna hitam yang menyapa setiap tamu yang datang.

“Selamat datang di Dapur Babah,” begitu sapaan dari Dian Ekawati dengan senyum hangat.

Ia memegang kunci cerita panjang sebuah rumah makan yang lebih mirip dengan museum.

Di sebuah bangunan yang berdiri sejak zaman kolonial itu ada sejumlah barang  bersejarah koleksi Oie Tiong Ham, seorang pengusaha Hindia Belanda berdarah Tionghoa yang dikenal sebagai Raja Goela dari Semarang.

Di dalamnya, berjejer peralatan makan antik dari keramik porselen yang umumnya berwarna putih yang sebagian retak dimakan usia. Ada juga guci-guci antik, kemudian topi yang biasa digunakan oleh perdana menteri di Tiongkok, hingga pakaian tradisional Tiongkok lengkap yang konon berasal dari Dinasti Ming.

Ornamen-ornamen itu seakan membawa pengunjung berada di masa sejarah pertama kali peranakan tinggal di Indonesia.

20250724174702_IMG_4797.jpeg

Teko atau cerek dari keramik yang menjadi salah satu koleksi alat makan milik Oie Tiong Ham yang dibawa dari Jawa. Teko tersebut digunakan untuk menyajikan teh kepada tamu yang berada di area Tao Bar, salah satu ruang makan di Dapur Babah Elite. (Antara/Nabila Charisty)

Tapi, saat penulis menyelami lebih dalam restoran tersebut nyatanya ada tiga budaya berkelindan di sini, yang dapat dilihat dari ornamen, makanan, sampai nama-nama menunya.

“Jadi ada tiga culture di sini, Jawa, Belanda, dan Tiongkok, dari koleksi-koleksi antiknya hingga makanannya. Jadi gak pure Chinese banget,” kata Dian yang bergabung sejak awal Dapur Babah Elite berdiri.

Sebut saja  bitterballen, makanan yang terbuat dari daging sapi yang dicincang dan dibuat ragout, kemudian dibalut dengan tepung roti dan digoreng. Biasanya bitterballen berbentuk bulat-bulat kecil dengan diameter 3 sampai 4 centimeter yang rasanya mirip dengan kroket.

Secara historis, bitterballen dibawa ke Indonesia oleh Belanda selama masa penjajahan dan menjadi salah satu warisan kuliner yang masih digemari hingga kini.

Lalu, ada vricadel van djagoeng atau perkedel jagung yang biasa dikenal oleh masyarakat Indonesia.

20250724174752_IMG_6373.jpeg

Pakaian tradisional Tiongkok untuk laki-laki yang konon berasal dari Dinasti Ming, memerintah Tiongkok dari tahun 1368 hingga 1644. (Antara/Nabila Charisty)

Bersumber dari buku Rijsttafel yang menceritakan tentang budaya kuliner di Indonesia masa kolonial 1870-1942 karya Fadly Rahman, disebutkan bahwa ketika sudah mulai banyak orang Belanda mengonsumsinya, makanan tersebut semakin menarik perhatian masyarakat lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mesir Coba Redam Titik Didi...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.