Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menikmati Kuliner Peranakan dengan Suasana Musem Dalam Balutan Barang Antik

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 17:54 WIB | Oleh:

Konon, beberapa Bedienden yang bekerja untuk keluarga babah menganut ajaran Khong Hu Tju dan Taoisme atau kepercayaan yang menganut prinsip keseimbangan antara Yin dan Yang. Di saat yang bersamaan para Bedeinden itu tetap memegang teguh kepercayaan spiritual tradisional. Hal ini dibuktikan dari kehadiran patung Dewa Dapur di bagian teras belakang.

Patung Dewa Dapur yang disebut Zao Jun atau Zao Shen itu bagi keluarga Tionghoa menjadi dewa terpenting. Kehadiran dan kepercayaan dewa ini memberi rasa percaya diri yang besar, yang diyakini bisa memberikan rasa lezat pada hidangan. Itulah mengapa patung Dewa Dapur ini ditempatkan dekat tungku masak yang harapannya bisa menjaga para juru masak Babah saat memasak.

Di area yang didekorasi berupa teras semi-terbuka itu juga terdapat lampion kaca Tionghoa tua hingga peralatan dapur antik khas Babah.

20250724175216_IMG_4793.jpeg

Ruang Dewa Dapur, salah satu ruang yang terdapat di Dapur Babah Elite. Ruang ini dikemas semi-terbuka dilengkapi dengan tiga tungku masak, alat-alat dapur kuno, meja dan kursi makan antik, hingga Dewa Dapur (Zao Jun). (ANTARA/Nabila Charisty) Ruang Dewi Kwan Im, salah satu ruang bagi tamu khusus dengan nuansa oriental yang kental dengan harapan diberkahi dan dikasihi seraya kehadiran Patung Dewi Kwan Im di ruang tersebut. (Antara/Nabila Charisty)

Di sudut lainnya terdapat patung Dewi Kwan Im. Ruangan VIP ini sengaja didekorasi serba warna merah yang melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Simbol filosofis tersebut seakan sempurna bila digabungkan dengan kehadiran Dewi penyayang agar semua pengunjung yang menikmati hidangan di tempat itu selalu diberkati dan berlimpah rezeki.

“Pendiri juga menghadirkan Burung Hong di sudut-sudut tertentu yang menjadi kendaraan bagi para dewa-dewi yang turun ke bumi untuk memberi berkah,” cerita Diah kepada Antara.

Koleksi-koleksinya itu kini dipelihara oleh Anhar Setjadibrata pendiri Tugu Group yang mulai mengoleksi barang antik Indonesia sejak tahun 1970-an. Ia berusaha menghadirkan pengalaman mendalam tentang sejarah dan kekayaan budaya Indonesia melalui koleksi barang antik, dekorasi, dan suasana yang dihadirkan.

“Semua barang antik di sini kami rawat betul-betul selama beberapa kali dalam seminggu agar tidak usang dimakan usia,” kata Diah. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Petakan...
Daerah
Pemkab Karawang Bersama Sej...
Megapolitan
Mau Tujuh Belasan di Istana...

Harga Cabai Rawit Rp45.150/Kg, Telur Ayam Rp24.000/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp45.150/...

Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pusat Kota Karawang Akan Me...
Megapolitan
Di Era Kepintaran Buatan, E...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Empat TPU di Kota Semarang Sudah Penuh
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.