Menikmati Kuliner Peranakan dengan Suasana Musem Dalam Balutan Barang Antik
📅 Kamis, 24 Jul 2025, 17:54 WIB | Oleh: OpikNamun, penyebutan frikadel agak sulit untuk diucapakan oleh orang-orang pribumi, sehingga pelafalan nama tersebut lama kelamaan menjadi perkedel sebagaimana adaptasi ucapan lokal.
Bila dilihat dari resep aslinya, perkedel buatan pribumi pun berbeda, oleh karena bahan-bahan seperti daging yang tergolong sulit untuk didapatkan lantaran harganya tergolong mahal. Maka, terlintas ide untuk membuat alternatifnya, yaitu dengan menggunakan bahan-bahan hasil lokal yang cenderung mudah didapatkan, seperti kentang, bahkan hingga jagung dengan campuran tepung yang semakin menambah variasi perkedel dalam kuliner Nusantara.
Berbeda dari kebanyakan, perkedel di Dapur Babah Elite dilengkapi dengan saus kecap gurih seperti saus khas tempe mendoan yang semakin menambah kenikmatan dalam setiap gigitan, hingga poffertjes, pancake mini asal Belanda yang memiliki rasa manis dan tekstur lembut.
Akan tetapi, tidak semua menu di restoran yang diresmikan pada 2004 itu mengusung nuansa kolonial. Restoran yang dahulu berada di kawasan elit peninggalan Belanda, yang dikenal dengan Citadel Weg itu, justru menghadirkan menu kuat cita rasa peranakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mulai dari kudapan manis yang biasa disantap untuk jamuan sore seperti Kue Thok dan Onde-Onde Merah Putih yang masing-masing menggunakan bahan tepung ketan dan kacang hijau.
Lalu, ada renyahnya Loempia Semarang yang terbuat dari tumisan rebung, udang, ayam dengan cocolan saus tauco yang gurih, pedas, dan manis.

Sebaiknya Anda baca juga:
Nasik Tjampoer Babah, masakan khas peranakan hasil akulturasi budaya China-Jawa. Terdapat ragam pugasan seperti empal, ayam bumbu rujak, acar, udang goreng, tahu dan tempe bacem, rempeyek, sambal, dan sayur lodeh. (Antara/Nabila Charisty)
Juga ada Nasik Tjampoer Babah, sajian nasi yang dihidangkan dengan aneka pugasan yang banyak sekali, seperti empal, ayam bumbu rujak, acar, udang goreng, tahu dan tempe bacem, rempeyek, sambal, dan sayur lodeh. Menu ini menjadi andalan banyak pengunjung yang datang ke Dapur Babah.
Tidak hanya soal makanan yang menurut penulis layak juara, para pengunjung pun merasa terangkat pengalaman makannya di sini.
“Keren sih, all out banget ya dalam membangun bisnis restoran seperti ini, karena menghadirkan koleksi antik saya rasa tidak semudah itu,” kata Wiwi Fatma usai menikmati hidangan di Dapur Babah Elite.
Pantas saja pengunjung banyak yang membicarakan restoran ini. Oleh sebab, di lorong sebelah kiri pintu masuk, pengunjung dapat melihat patung Ganesha yang dalam agama Hindu dipuja sebagai dewa pengetahuan, kebijaksanaan, penghalang rintangan, dan pelindung, serta ada Patung Mahasthavira yang dikenal sebagai biksu suci dari India yang membawa agama Jainisme atau agama India kuno. Patung tersebut dibawa oleh Oei Tiong Ham saat sedang perjalanan bisnis ke Negeri Tibet.

Seorang pramusaji sedang menuang teh ke dalam cangkir pelanggan yang sedang menikmati sajian High Tea. (Antara/Nabila Charisty)
Restoran yang berada di Jalan Veteran 1 nomor 18, Jakarta, ini juga didekorasi dengan foto-foto hitam putih yang merupakan foto-foto para nyai (istri keluarga Babah), selir dan anggota keluarga Babah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!