Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semester I 2025, KAI Angkut 27,62 Juta Ton Batu Bara

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Semester I 2025, KAI Angkut 27,62 Juta Ton Batu Bara Doc: Dok. Istimewa



JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja positif dalam layanan angkutan barang, khususnya untuk komoditas batu bara pada Semester I 2025. Selama periode Januari hingga Juni 2025, KAI berhasil mengangkut 27.624.772 ton batu bara, meningkat 5% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 26.211.970 ton.

Menurut Vice President Public Relations KAI Anne Purba bahwa angkutan batu bara menjadi kontributor utama dalam layanan logistik KAI, dengan porsi mencapai 82,92% dari total volume angkutan barang KAI keseluruhan selama Semester I 2025, yang tercatat sebesar 33.315.792 ton.

“Angkutan batu bara menjadi tulang punggung pasokan energi nasional sekaligus bukti bahwa logistik berbasis rel kian dipercaya karena efisien, tepat waktu, dan rendah emisi. Pertumbuhan ini juga menegaskan kepercayaan stakeholder terhadap KAI sebagai mitra logistik berkelanjutan,” ujar Anne dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7) .

Ia juga menambahkan, batu bara tersebut sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Bali. Layanan angkutan yang andal dari KAI berperan strategis dalam menjaga ketahanan pasokan listrik nasional, yang menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat. Listrik yang disalurkan dari PLTU digunakan untuk menghidupkan rumah sakit, sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, industri, hingga usaha kecil dan menengah di berbagai pelosok negeri.

Keandalan layanan ini juga ditunjukkan melalui rata-rata ketepatan waktu keberangkatan KA Barang yang mencapai 96,76%, serta ketepatan waktu kedatangan sebesar 90,13% selama Semester I 2025. Kinerja ini mempertegas bahwa kereta api adalah moda logistik yang dapat diandalkan secara waktu dan operasional.

Kesiapan KAI juga selaras dengan kebijakan pemerintah untuk menghapus truk Over Dimension Over Loading (ODOL) mulai tahun 2026. Kereta api menjadi solusi logistik masa depan yang aman, tertib, dan berkapasitas besar.

Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), KAI menargetkan pertumbuhan volume angkutan barang sebesar 15% pada tahun 2029. Komposisinya mencakup 111,2 juta ton batu bara dan 10,9 juta ton komoditas non-batu bara. 

Guna mewujudkan target tersebut, KAI tengah mengembangkan simpul-simpul logistik strategis di wilayah Sumatera bagian selatan, antara lain pembangunan Terminal Tarahan II yang diproyeksikan menyerap 18 juta ton batu bara dan pengembangan fasilitas bongkar-muat di Kertapati yang diperkirakan menambah kapasitas hingga 7 juta ton. 

Secara keseluruhan, wilayah Sumatera Selatan diproyeksikan memberikan kontribusi tambahan volume sebesar 27,8 juta ton, menjadikannya sebagai pilar utama dalam peta logistik masa depan KAI. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak hanya dibangun dari sisi operasional, tetapi juga melalui investasi infrastruktur yang terarah dan berkelanjutan.

Seiring dengan peningkatan volume angkutan, KAI juga terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI telah beralih menggunakan Biosolar B40, yakni bahan bakar dengan campuran 40% bahan nabati. Langkah ini merupakan kelanjutan dari uji coba yang dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Juli 2024, dan kini telah diimplementasikan secara penuh. 

“Penggunaan B40 tidak hanya menurunkan jejak karbon, tetapi juga mendukung transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan,” tambah Anne.

Dengan emisi yang lebih rendah dan tingkat biodegradasi yang tinggi, B40 menjadikan angkutan kereta api sebagai pilihan logistik yang lebih ramah lingkungan. 

“Melalui layanan yang andal, efisien, dan ramah lingkungan, KAI akan terus menghadirkan solusi logistik yang selaras dengan visi perusahaan yaitu menggerakkan transportasi berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Anne.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Rona
KTP Tak Laku Buat Memperole...
Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Luar Negeri
Kanada Siapkan Balasan Tari...

UMKM Jakarta Didorong “Go International”

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
UMKM Jakarta Didorong “Go...
Program Berani Berdering, Bebaskan 150 Desa di Sulteng dari "Blank Spot" Internet Bantu Pelaku UMKM Perluas Pasar "e-commerce"

Program Berani Berdering, Bebaskan 150 Desa di Sulteng dari "Blank Spot" Internet Bantu Pelaku UMKM Perluas Pasar "e-commerce"

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Tiga Biang Kerok Mengintai Pangan Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.