Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Negara-negara ASEAN Ungkapkan 'Kekhawatiran' atas Tarif AS

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 15:55 WIB | Oleh:

Pemimpin AS telah mengumumkan tarif impor yang besar-besaran pada apa yang disebutnya "Hari Pembebasan" pada tanggal 2 April, termasuk tarif dasar sebesar 10 persen pada semua negara.

Namun setelah terjadi gejolak di pasar, ia segera menangguhkan semua yang di atas 10 persen selama 90 hari untuk memberi kesempatan pada berlangsungnya perundingan.

Pada pertemuan puncak akhir bulan Mei, para pemimpin Asia Tenggara menyatakan kekhawatiran mendalam mereka terhadap serangan proteksionis Trump.

Tarif tersebut akan berlaku kembali pada hari Rabu 9 Juli dan Trump mengirimkan surat tersebut sebelum batas waktu tersebut.

Kementerian Perdagangan Malaysia mengatakan pada hari Selasa, pihaknya akan melanjutkan negosiasi untuk mencapai "perjanjian perdagangan yang seimbang, saling menguntungkan, dan komprehensif".

Perdana Menteri sementara Thailand Phumtham Wechayachai mengatakan kepada wartawan pada Selasa, ia menginginkan "kesepakatan yang lebih baik". "hal yang paling penting adalah kita menjaga hubungan baik dengan AS", katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.