BRICS Tuntut Negara Kaya Mendanai Transisi Iklim Global
📅 Selasa, 08 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: afp/Pablo PORCIUNCULA
RIO DE JANEIRO – Para pemimpin kelompok negara-negara berkembang BRICS (Brasil, Russia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia) pada Senin (7/7), bersiap untuk mengatasi tantangan bersama terkait perubahan iklim, hari terakhir pertemuan puncak mereka di Rio de Janeiro, dengan menuntut negara-negara kaya untuk mendanai mitigasi global emisi gas rumah kaca.
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva memuji pentingnya peran negara-negara berkembang dalam menanggulangi pemanasan global saat ia bersiap menjadi tuan rumah pertemuan puncak iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan November.
Seperti dikutip dari Antara, pernyataan bersama dari para pemimpin Brics yang dirilis pada tanggal 6 Juli menyatakan bahwa bahan bakar fosil akan terus memainkan peran penting dalam bauran energi global, khususnya di negara-negara berkembang.
"Kita hidup di masa yang penuh dengan banyak kontradiksi di seluruh dunia. Yang penting adalah kita bersedia mengatasi kontradiksi ini," kata Menteri Lingkungan Hidup Brasil, Marina Silva, di sela-sela pertemuan puncak, saat ditanya tentang rencana untuk mengekstraksi minyak di lepas pantai hutan hujan Amazon.
Dalam pernyataan bersama mereka, para pemimpin BRICS menggarisbawahi bahwa penyediaan pendanaan iklim “merupakan tanggung jawab negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang”, yang merupakan posisi standar bagi negara-negara ekonomi berkembang dalam negosiasi global. Tuntutan ini muncul di tengah semakin parahnya dampak perubahan iklim yang, secara historis, sebagian besar disebabkan oleh emisi karbon dari negara-negara industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
BRICS berargumen bahwa negara-negara kaya memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menyediakan dukungan finansial yang memadai, transfer teknologi, dan pembangunan kapasitas bagi negara-negara berkembang. Dana ini sangat krusial untuk membantu negara-negara berkembang beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, membangun infrastruktur hijau, serta beralih ke sumber energi bersih. Tanpa dukungan finansial yang signifikan, upaya global untuk membatasi pemanasan suhu bumi dan mencapai target iklim akan terhambat, terutama bagi negara-negara yang paling rentan terhadap krisis iklim. BRICS menekankan bahwa keadilan iklim harus menjadi prinsip utama dalam upaya bersama ini.
Deklarasi mereka juga menyebutkan dukungan kelompok tersebut terhadap dana yang diusulkan Brasil untuk melindungi hutan yang terancam punah – Fasilitas Hutan Tropis Selamanya – sebagai cara bagi negara-negara ekonomi berkembang untuk mendanai mitigasi perubahan iklim di luar persyaratan wajib yang dibebankan pada negara-negara kaya oleh Perjanjian Paris 2015.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!