Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Russia-Ukraina Tukar Tawanan Perang

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Russia-Ukraina Tukar Tawanan Perang Doc: AFP/TETIANA DZHAFAROVA
Ket. Volodymyr Zelenskyy

KYIV - Russia dan Ukraina pada Senin (9/6) menukar kelompok pertama tentara yang ditangkap sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai selama pembicaraan damai pada akhir pekan lalu.

Kesepakatan untuk menukar tawanan perang dan memulangkan jasad para pejuang yang tewas merupakan satu-satunya kesepakatan konkret yang dicapai dalam perundingan tersebut, namun gagal menghasilkan terobosan dalam mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Kemajuan perundingan telah terhenti setelah Russia telah mengeluarkan persyaratan yang pelik untuk menghentikan invasinya dan telah berulang kali menolak seruan untuk gencatan senjata tanpa syarat.

"Hari ini pertukaran dimulai, yang akan berlanjut dalam beberapa tahap selama beberapa hari ke depan," kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di media sosial. "Di antara mereka yang kami bawa pulang sekarang adalah mereka yang terluka, mereka yang terluka parah, dan mereka yang berusia di bawah 25 tahun," imbuh dia.

Kementerian Pertahanan Russia juga mengkonfirmasi pertukaran itu tawanan perang merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai pada 2 Juni di Istanbul, Turki. Sayangnya tidak ada pihak yang mengatakan berapa banyak tahanan yang dibebaskan.

Setelah pembicaraan di Istanbul, baik Kyiv dan Moskwa mengatakan pembicaraan itu akan melibatkan lebih dari 1.000 tentara yang ditangkap, menjadikannya pertukaran terbesar dalam perang tiga tahun itu.

Pertukaran itu sendiri tampak terancam selama akhir pekan, ketika Russia dan Ukraina saling menuduh telah menunda dan menggagalkan pertukaran yang direncanakan.

Invasi Russia ke Ukraina tahun 2022 memicu konflik Eropa terbesar sejak Perang Dunia II, memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka dan menghancurkan sebagian besar wilayah Ukraina timur dan selatan.

Didesak oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengakhiri konflik, kedua belah pihak telah membuka negosiasi langsung untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun untuk mencari kesepakatan. Namun tampaknya kedua pihak yang berseteru masih jauh dari kesepakatan.

Di Istanbul pada 2 Juni lalu, Russia menuntut Ukraina menarik pasukannya dari wilayah yang masih di bawah kendalinya, mengakui aneksasi Moskwa atas lima wilayah Ukraina dan meninggalkan semua dukungan militer Barat.

Sedangkan Kyiv mengupayakan gencatan senjata penuh dan berupaya untuk mencoba memecahkan kebuntuan.

Sementara itu pertempuran di garis depan dan di udara semakin intensif. Russia mengatakan pada Minggu (8/6) bahwa pasukannya telah memasuki wilayah industri Dnipropetrovsk di Ukraina untuk pertama kalinya dalam operasinya dan hal itu merupakan sebuah kemajuan penting mengingat Moskwa belum mengajukan klaim teritorial terhadap wilayah tersebut. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.